Perjuangan Nenek Mimi Merawat Cucu yang Yatim Piatu

77
0
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA TELATEN. Mimi Rukmini (69) menjaga cucunya, Bahrul Ulum (18) yang menderita penyakit hidrocepalus di rumahnya, Jalan Buninagara II Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kamis (21/11).

CIPEDES – Warga Jalan Buninagara II Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes, Mimi Rukmini (69) sudah mengabdikan diri untuk merawat Bahrul Ulum (18), cucunya yang menderita hidrocepalus.

Usia Bahrul Ulum memang sudah dewasa, namun penyakitnya membuat dia hanya bisa berbaring seumur hidupnya. Layaknya penderita hidrocepalus, kepalanya membesar sementara bagian tubuh lainnya sangat kurus.

Remaja tak berdaya itu kini sudah yatim piatu, ayahnya meninggal tahun 2008 disusul ibunya tahun 2010. Kini Bahrul Ulum tinggal bersama Mimi dan kakaknya, Muhammad Rizki (20).

Mimi mengatakan selama ini cucunya tidak pernah menjalani pengobatan. Penyakit itu diketahui saat Bahrul Ulum berusia 1 tahun. Namun ekonomi yang sulit membuat keluarga tak sanggup untuk biaya operasi. “Waktu itu harus ada Rp 20 juta, karena tidak sanggup ya mau apa lagi,” ujarnya.

Saat ini, Mimi tidak punya penghasilan. Rizki pun belum punya penghasilan tetap. Usianya yang sudah tua membuat kondisi fisiknya semakin melemah. “Kalau jalan juga harus pakai tongkat, jadi enggak bisa jauh,” akunya.

Mereka hidup dan merawat Bahrur Ulum mengandalkan pemberian dari tetangga dan kerabat. Cucu pertamanya pun saat ini sedang berupaya bekerja supaya mendapat penghasilan tetap yang cukup. “Saya jaga dia saja terus, sekarang Rizki lagi coba-coba jadi sales,” tuturnya.

Disinggung soal bantuan pemerintah, dia pernah dapat bantuan PKH. Namun kartu itu hilang sehingga dia tak bisa lagi mendapatkan bantuan tersebut. “Pernah dapat beras tahun 2017, cuma dua kali saja karena kartunya enggak tahu ke mana,” ujarnya.

Rasa lelah sering hinggap di benak Mimi, dalam kondisi tidak punya penghasilan dia harus membesarkan cucunya yang menderita hidrocepalus. Namun perasaan itu selalu dia tepis dan optimis rezeki sudah ada yang mengatur. “Khawatirnya itu kalau saya sudah enggak ada, siapa yang mau jaga si cucu,” tuturnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.