Perkara di Pilkada Kabupaten Tasik, Kasus Ini Paling Banyak..

122
0
SENTRA GAKKUMDU. Bawaslu, Polres Tasikmalaya dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat Sentra Gakkumdu membahas soal kasus netralitas ASN kepala Satpol PP pada Pilkada 2020, Rabu (13/1). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Usai pelaksanaan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya terus menyisakan berbagai persoalan.

Mulai dari sengketa pilkada di MK, dugaan pelanggaran administrasi calon petahana dan netralitas beberapa ASN yang sudah masuk penyidikan kepolisian dan dilimpahkan ke kejaksaan dan menjadi paling banyak pada pilkada serentak di Jawa Barat.

Seperti kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan Kepala Dinas Satpol-PP Iwan Ridwan sudah naik ke penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu (13/1).

Hal itu setelah dilaksanakan rapat pembahasan di Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) tahap ketiga oleh Bawaslu, penyidik Polres Tasikmalaya dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya.

Selanjutnya berkas penyidikan kepolisian diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di tahap pertama penyidikan berkas lengkap tidaknya sebelum dinyatakan memenuhi unsur baru naik ke tahap dua atau persidangan di pengadilan.

Koordinator Divisi (Koordiv) Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Khoerun Nasichin mengatakan, setelah melaksanakan rapat Sentra Gakkumdu tahap ketiga, Bawaslu memutuskan bersama untuk menaikkan kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN Kasatpol PP ke kejaksaan.

“Keputusan bersama ini, kemudian dilakukan penyerahan berkas hasil penyidikan kepolisian ke kejaksaan untuk dilakukan penelitian oleh penyidik kejaksaan, selanjutnya menunggu hasilnya sebelum masuk tahap dua atau persidangan,” terang Khoerun kepada Radar, kemarin.

Adapun untuk dua kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN lainnya, jelas dia, yang dilakukan camat Jatiwaras dan kepala Desa Sukagalih Kecamatan Sukaratu sudah dilaksanakan persidangan.

“Dalam persidangannya sudah dilaksanakan pemeriksaan saksi-saksi dan saksi ahli. Nanti Kamis (14/1) sidang penuntutan. Baru Senin (18/1) akan diputuskan vonisnya hasil persidangannya,” kata dia.

Dia menambahkan, jika dalam persidangan kedua ASN camat dan kepala desa ini terbukti, maka sanksinya sesuai Undang-Undang Pilkada yakni dikurung penjara minimal satu bulan maksimal enam bulan. Denda minimal Rp 1 juta maksimal Rp 6 juta.

Pada intinya, tambah dia, ada banyak pelanggaran netralitas ASN terjadi di Pilkada Tasik. Sebanyak tiga kasus jika semuanya masuk persidangan dan Kabupaten Tasikmalaya se-Jawa Barat termasuk paling banyak.

Baca juga : Lagi, Polisi di Cipedes Kota Tasik Amankan Belasan Knalpot Bising

“Artinya di setiap even pilkada atau pemilu di Kabupaten Tasikmalaya, masih banyak pejabat yang menyalahgunakan wewenang atau tidak netral. Ini jadi bahan evaluasi penyelenggara pemilu ke depannya,” tambah dia.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno menambahkan, untuk perkara dugaan netralitas ASN yang dilakukan oleh pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sudah diserahkan ke kejaksaan.

“Di penyidik kepolisian sudah lengkap dan memenuhi unsur,” terang dia.

Menurut dia, ketika nanti berkas dari penyidik kepolisian sudah P21 atau pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah dinyatakan lengkap oleh JPU kejaksaan maka akan naik ke tahap dua atau tahap persidangan.

“Dua perkara sebelumnya dugaan pelanggaran netralitas ASN oleh camat dan kepala desa sudah naik ke tahap kedua atau masuk tahap persidangan,” tambah dia.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Donni Roy Hardi SH mengungkapkan, penyidik kejaksaan atau JPU sudah menerima berkas penyidikan dari penyidik Polres Tasikmalaya.

“Kita akan teliti dahulu, apakah berkasnya lengkap atau P21, setelah kita teliti di tahap pertama ini, kemudian memenuhi unsur dan berkas lengkap. Maka naik ke tahap dua atau persidangan,” papar dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.