Perkembangan Aktivitas Gunung Merapi

18
Gunung Merapi keluarkan lava pijar./Foto: via Rmol

BANDUNG – Terakhir pada Sabtu (12/1) sekitar pukul 21.16 WIB jarak luncurnya mencapai 1,7 kilometer ke arah hulu Kali Gendol, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

Hal ini membuktikan jarak luncur guguran lava pijar Gunung Merapi semakin jauh.

“Iya, jaraknya semakin jauh,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)Jogjakarta Hanik, Minggu (13/1).

Aktivitas Merapi pada Sabtu (12/1) dari pukul 00.00 sampai 24.00 WIB mengalami guguran lava pijar 9 kali. Sebanyak 7 kali ke arah tenggara, dan 2 kali arah timur laut.

Karena adanya aktivitas itu, sempat menimbulkan hujan abu di Dusun Setabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dan Dusun Babadan, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Guguran lava pijar dominan mengarah ke tenggara, sebagian barat laut ke dalam area kawah,” katanya.

Sedangkan untuk aktivitas Merapi pada Minggu (13/1) dari pukul 00.00 sampai 06.00 WIB terjadi 20 kali guguran.

Sempat teramati 2 kali ke arah hulu Kali Gendol pada pukul 02.34 WIB dengan jarak luncur 400 meter.
Lanjut Hanik, tingkat aktivitas Merapi saat ini masih di level II atau Waspada.

Kegiatan pendakian sementara tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian terkait mitigasi bencana.

Kemudian untuk radius 3 kilometer dari puncak supaya dikosongkan dari aktivitas penduduk.

Serta untuk masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diharap meningkatkan kewaspadaannya.

“Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah. Bisa juga menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat,” ucapnya.

(jpc/pojokjabar)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.