Sekda Kumpulkan Tokoh Agama, Camat dan SKPD

Perketat Pengawasan Miras di Desa

184
0
Drs H Asep Sudarman
Loading...

CIAMIS – Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Drs H Asep Sudarman mengatakan pihaknya telah berkumpul bersama MUI, camat dan SKPD untuk membahas persoalan minuman keras (miras). Pertemuan yang digelar dua hari kebelakang itu, didasari keprihatinan terhadap kasus meninggalnya pelajar SMP di Kecamatan Panjalu akibat miras oplosan.

“Makanya, kita tekankan melalui camat serta ke desanya supaya di wilayahnya tidak ada yang namanya jual miras dan harus diperketat semua desa,” ungkapnya saat ditemui di Setda Kabupaten Ciamis Jumat siang (4/5).

Dalam pertemuan itu, kata dia, pemerintah telah meminta tokoh agama untuk menyampaikan bahaya dan dampak negatif miras kepada masyarakat secara intens. Pemerintah juga meminta kepolisian, TNI dan pihak lain untuk mengimbau generasi muda agar menjauhi miras.

“Semoga kejadian kemarin (pelajar SMP meninggal karena miras, Red) cukup yang terakhir, tidak terulang lagi,” katanya.

Disinggung soal perlu tidaknya peraturan daerah tentang larangan miras, Sudarman mengaku akan membicarakannya nanti. Namun, ia menegaskan miras dilarang oleh aturan agama maupun negara. “Tinggal kesiapsiagaan semua pihak dalam menyikapi masalah miras ini di Kabupaten Ciamis,” tandasnya.

Loading...

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Ciamis Dr Wawan AS Arifien menekankan tugas dan tanggungjawab pendidikan bukan hanya di sekolah. Kehidupan pelajar lebih banyak di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dia pun mengajak orang tua dan masyarakat bekerja sama mengawasi pergaulan para remaja di luar sekolah. Orang tua harus mengetahui informasi tentang teman anak-anaknya, untuk menghindari efek buruk pergaulan.

“Sekarang, dengan kejadian ini (Disdik) sudah menyampaikan kepada tiap sekolah, di setiap apel untuk untuk selalu menyampaikan kepada anak, tidak boleh mengonsumsi miras, narkoba atau merokok,” paparnya.

Menurut Wawan, masuknya minuman keras di kalangan remaja biasanya dimulai dari iseng merokok. Kemudian, mencoba miras dan ujungnya mencoba narkoba. Orang tua harus bisa mengetahui perkembangan itu, agar bisa segera mengambil langkah.

“Guru, orang tua, serta masyarakat juga harus meningkatkan pengawasan kepada anaknya. Apakah dia berteman dengan siapa saja,” tuturnya.

Khusus di lingkungan sekolah, Wawan mengimbau Patroli Keamanan Sekolah (PKS) dan Polisi Siswa (Polsis) diaktifkan lagi. Tugas anggota PKS dan Polsis adalah mengingatkan teman-teman mereka untuk menjauhi miras, narkoba dan hal buruk lainnya.

“Saya juga menginstruksikan semua sekolah untuk mengoordinasikan bila ada apa-apa, dengan polsek terdekat,” katanya.

Dia memaparkan anak usia SMP secara psikologis selalu ingin menjadi pahlawan. Ingin beda dari teman-temannya yang lain. Keinginan itu biasanya direalisasikan dengan masuk geng motor atau membentuk kelompok tersendiri untuk menunjukkan dirinya hebat. Setelah, itu kemudian beranjak pada hal-hal lain seperti miras.

“Harapan kita kepada orang tua, masyarakat, mari kita lindungi masa depan anak-anak. Untuk hal lain, pengawasan seperti penggunaan smartphone. Karena mereka malah mengenal dunia lain, tidak mengenal dunianya,” harapnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.