Perkuat Ideologi Pancasila kepada Mahasiswa

79
0

TAWANG – Sejumlah mahasiswa dan santri se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya mengikuti diskusi publik mengenai “Pancasila di Tengah Gerakan Radikalisme dan Terorisme”. Para peserta didorong untuk menyampaikan materi hasil diskusi kepada masyarakat.

Salah seorang pemateri diskusi, Direktur Aswaja Center Ustaz Yayan Bunyamin mengatakan kekerasan tidak dibenarkan dalam agama apa pun, termasuk Islam. Ia lebih suka menyebut kekerasan dengan dalih agama dengan sebutan ekstremis. “Ketika Tuhan menurunkan wahyu, selalu diikuti juklak-juknis dari perintah itu sendiri. Misalnya salat lima waktu, kalau zuhur dilakukan jam 10 siang, saleh apa salah? Kan belum waktunya,” ujarnya usai memberikan materi, Selasa (26/11).

Ketika berperang pun ada konteksnya. Jangan karena ada salah satu ayat memerintahkan untuk melawan kezaliman, umat dengan serampangan berperang tanpa pertimbangan, melihat situasi dan kondisi. “Menjawab salam wajib tidak? Tergantung. Masa orang salat salam, wajib kita jawab,” ucapnya.

Yayan menyebut ketika amalan Islam dijalankan sesuai juklak-juknis yang benar, maka akan muncul konsep toleransi. “Sebagaimana dalam surat albaqarah menyebut ‘aku jadikan kalian umat moderat’. Jadi kalau ekstrem itu bukan Islam,” kata Yayan.

Dia menyarankan kawula muda yang tengah digandrungi informasi di media sosial tidak sembarang saja menyerapnya. Terutama kaitan ideologi bangsa dan keagamaan di mana belakangan ini mulai bermunculan pandangan yang menggugat keabsahan Pancasila dari perspektif ideologi tertentu. “Semoga diskusi ini, jadi antivirus generasi agar tak terkontaminasi terorisme, ekstremisme. Sebab sekarang sudah mulai ada yang sengaja membenturkan agama vs Pancasila,” ujarnya. “Info medsos belum tentu semua satu suara. Anak muda sekarang sedang rajin qiroatul YouTube harus pandai memilah, bukan zamannya lagi pertanyakan dasar negara. Sudah, sekarang raih nilai luhur Pancasila,” tutur Yayan.

Sementara itu, Ketua Komisariat HMI Universitas Siliwangi Banyugiri Setra mengatakan Pancasila harus dimaknai mendasar generasi muda. Maka dari itu, pihaknya mengajak organisasi kemasyarakatan pemuda, mahasiswa, santri dalam diskusi itu supaya bisa membentengi paham-paham yang kini mengancam ideologi bangsa. “Implementasikan Pancasila, sebagaimana peran mahasiswa. Kami ingin butir penting yang dituangkan pada ideologi bangsa, dimaknai mendalam dalam mewujudkan keutuhan NKRI,” harapnya.

Dia tidak ingin santri dan mahasiswa yang notabene kaum intelek menjadi korban paham-paham yang tidak sejalan dengan budaya dan karakteristik bangsa dalam ideologi Pancasila. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.