Perkuat Pendidikan, Majukan Kebudayaan

263
PENGHARGAAN. Wakil Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto memberikan penghargaan kepada pengelola LKP Mr D, Dida Firman Hidayat sebagai pendidik nonformal Bahasa Inggris terbaik yang berhasil mendidik muridnya menjadi juara expo LKP se-Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (2/5).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional. Jika kebudayaan nasional menghujam kuat dalam tanah tumpah darah Indonesia akan kukuh dan subur pulalah bangunan pendidikan nasional Indonesia.

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan akan mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai roh, pemberi hidup dan penyangga bangunan pendidikan nasional.

Oleh sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh dan menjulang.

Demikian naskah sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Muhadjir Efendi yang dibacakan oleh Wakil Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto SIP dalam Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018 yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Rabu (2/5).

Mendikbud menambahkan tema Hari Pendidikan Nasional 2018 yaitu “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan” agar dapat dijadikan momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan.

Sehingga dalam waktu yang bersamaan dapat menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang dicita-citakan.

Menurutnya, pendidikan juga harus menyiapkan tenaga techno craft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan.

Mendikbud menjelaskan saat ini pendidikan di Indonesia masih belum merata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Karena belum semua wilayah tersentuh pembangunan infrastruktur yang bisa menjadi sabuk pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan.

“Pada tahun-tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pada daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar wilayah-wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikan dan kebudayaan,” jelas dia.

Mendikbud mengimbau kepada guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia.

Apalagi abad informasi dan teknologi telah begitu cepatnya merambah dalam berbagai sendi kehidupan. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi tantangan eksternal dengan munculnya Revolusi Industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system yang telah mengubah peri kehidupan masyarakat.

Artificial intelligence, internet of things, 3D printing, robot, dan mesin-mesin cerdas secara besar-besaran menggantikan tenaga kerja manusia.

Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam menghadapi gelombang perubahan tersebut, juga kemampuan dalam beradaptasi dan bertindak gesit.

“Oleh karena itu, mau tidak mau dunia pendidikan dan kebudayaan pun harus terus-menerus menyesuaikan dengan dinamika tersebut. Cara lama tak mungkin lagi diterapkan untuk menanggapi tantangan eksternal. Reformasi sekolah, peningkatan kapasitas, dan profesionalisme guru, kurikulum yang hidup dan dinamis, sarana dan prasarana yang andal, serta teknologi pembelajaran yang mutakhir, menjadi keniscayaan pendidikan kita,” kata wabup yang membacakan naskah Mendikbud.

Mendikbud mengajak semua pihak bergandeng tangan, bahu-membahu, bersinergi memikul tanggung jawab bersama dalam menguatkan pendidikan.

“Pendidikan harus dilakukan secara seimbang oleh tiga jalur, baik jalur formal, nonformal, maupun informal. Ketiganya diposisikan setara dan saling melengkapi. Masyarakat diberi kebebasan untuk memilih jalur pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian besar dalam meningkatkan ketiga jalur pendidikan tersebut,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut wakil bupati berkesempatan memperlihatkan piagam penghargaan Status Kinerja Sangat Tinggi Bintang Tiga dalam penyelenggaraan pemerintah daerah dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) yang diterima oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dari Kementerian Dalam Negeri RI dan menyerahkan penghargaan untuk pendidik dan tenaga pendidikan berprestasi tingkat Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018. (rls/snd/adv)

loading...