Perlu Adanya Tempat Rehab LGBT Di Kota Tasik

35

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

INDIHIANG – Legislator DPRD Kota Tasikmalaya sepakat dengan usulan penyediaan tempat rehabilitasi para penderita Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Namun, untuk mewujudkannya perlu ada dukungan penuh dari pemerintah.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Jeni Jayusman menyebut fenomena LGBT memang terbilang sudah urgen. Terlebih saat ini gerakan mereka di dunia maya sulit dibendung. Bahkan sulit ditindak oleh UU ITE. “Mereka benar-benar menggunakan internet dengan maksimal sehingga semakin liar,” tuturnya.

Menurutnya, sejauh ini pemkot lebih fokus dalam pembangunan infrastruktur dibandingkan mental. Meskipun secara kasat mata pembangunan mental sulit diukur keberhasilannya. “Tapi sebagus apapun infrastruktur, kalau mentalnya jelek ya mau bagaimana,” terangnya.

Soal usulan tempat rehabilitasi pelaku LGBT, dia setuju jika memang penanggulangannya bisa dilakukan. Dengan harapan selain pencegahan, orang yang sudah terjerumus di dunia LGBT bisa diselamatkan. “Ya memang perlu tempat rehabilitasi juga,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya H Mamat Rahmat mengatakan LGBT adalah persoalan nasional. Sehingga upayanya harus berawal atau mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. “Jadi akan sangat berat jika hanya Kota Tasikmalaya saja. Harus ada gerakan dari pusat karena LGBT di Kota Tasik pun belum tentu warga Tasik,” katanya.

Selain itu, di satu sisi Kota Tasikmalaya punya prestasi dalam hal penanggulangan fenomena LGBT. Akan tetapi dikhawatirkan akan menjadi beban sendiri ketika datang kiriman pelaku LGBT dari luar Kota Tasikmalaya. “Nantinya malah dibebankan kepada Kota Tasikmalaya. Makanya perlu dorongan dari pusat. Baru diikuti oleh pemerintah di setiap daerah,” terangnya.

Ada pun yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah yakni mencegah supaya virus LGBT tidak semakin berkembang. Caranya dengan pembangunan mental yang lebih masif khususnya di dunia pendidikan, baik umum maupun madrasah. “Jangan sampai makin banyak lagi, makin banyak lagi, kan seram,” tutur dia. (rga)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.