Jangan Hanya Tunggu Kajian

Perlu Langkah Kongkret Sikapi Kerusakan Jalan di Jembatan Parunglesang

18
0

BANJAR – Ketua Forum Keluarga Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzakki meminta pemerintah kota serius menangani kerusakan jalan di Jembatan Parunglesang.

Awwal meminta pemerintah kota melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kecelakaan lalu lintas.

Kata dia, Dinas Perhubungan Kota Banjar perlu memasang rambu peringatan untuk pengendara. Sebab, jika dibiarkan tanpa ada peringatan dan belum dilakukan perbaikan, kondisi jembatan akan mengancam keselamatan pengendara.

“Demi kebaikan bersama itu (jembatan, Red) perlu dipasang rambu. Kemudian agar kerusakan aspal itu tidak semakin parah, maka harus ada pembatasan kendaraan sesuai dengan kemampuan jembatan,” ujar Awwal Jumat (23/8).

Pemerintah kota, kata dia, harus melakukan langkah konkret. Jangan terus menunggu hasil penelitian dari tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan.

“Apalagi jika hasilnya (kajian) bisa mencapai dua bulan, itu kan waktu cukup lama dan selama itu kerusakan akan terus diperparah dengan lalu lalang kendaraan berbagai jenis,” katanya.

Intensitas kendaraan yang padat di Jembatan Parunglesang, kata dia, diduga menjadi salah satu penyebab cepat rusaknya tekstur aspal. Padahal, tambal sulam baru sebulan lebih.

“Itu membuktikan jika kondisinya memang harus ada pembatasan kendaraan. Jembatan itu merupakan jalur utama keluar-masuknya kendaraan-kendaraan besar, baik kendaraan kontainer, truk hingga bus angkutan, sehingga perlu diberlakukan aturan pembatasan tonase,” katanya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Kota Banjar Agus Saripudin mengakui pihaknya sering menambal sulam aspal di ujung Jembatan Parunglesang.

“Memang itu merupakan jalur utama masuk ke Kota Banjar, bahkan terminal juga kan kendaraannya lewat ke situ,” kata dia.

Namun pihaknya tidak berani memberikan rekomendasi kepada Dinas Perhubungan Kota Banjar untuk melakukan pembatasan kendaraan.

“Tetap kami menunggu kajian dari ahlinya. Kajian akan segera dilakukan paling lambat hasilnya keluar dua bulan lagi,” ujarnya.

Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Banjar Aan Mulyana belum melakukan pelarangan kendaraan besar karena belum ada rekomendasi dari Dinas PU.

“Kami belum melakukan rekayasa lalu lintas karena belum ada rekomendasi dari Dinas PU, sebab kewenangan jembatan itu ada di Dinas PU. Kami tidak bisa menentukan itu rusak atau tidak, tapi secara kasat mata itu kami akui ada yang tidak normal, aspalnya bergoyang,” katanya. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.