Perlu Legalisasi Parkir Liar untuk Dongkrak PAD Kota Tasik

105
0
RAMAI. Jalur HZ Mustofa merupakan kawasan parkir badan jalan paling ramai di Kota Tasikmalaya. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

CIHIDEUNG – Kunci pengelolaan parkir yang maksimal berawal dari uji petik akurat.

Sebab sejauh ini target juru parkir dinilai belum sesuai dengan potensi di lokasi kerjanya.

Tokoh pemuda Kota Tasikmalaya Myftah Farid menilai target juru parkir masih bisa ditingkatkan tanpa menaikan tarif.

“Sering kalau saya parkir ketika ditanya karcis katanya sudah habis, berarti kan pengadaan karcis belum sesuai dengan potensinya,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (16/1).

Selain itu, dia pernah mengadvokasi persoalan parkir di Pasar Cikurubuk. Para juru parkir enggan direkrut sebagai pegawai dengan gaji UMR.

Setelah ditelusuri, penghasilan mereka ternyata jauh lebih banyak dari kewajiban setor.

“Saya yakin hal ini juga terjadi pada pengelolaan parkir on the street,” katanya.

Baca juga : Publik Sarankan Dishub Rangkul Parkir Tak Resmi

Maka dari itu, kata Farid, uji petik yang akurat sangat penting dalam hal pengelolaan parkir.

Karena menurutnya retribusi parkir selama ini masih banyak kebocoran.

“Maksud kebocoran itu ya uang yang masuk ke PAD lebih sedikit dari yang didapat oleh juru parkir,” terangnya.

Farid juga menyarankan UPTD tidak hanya berkutat di wilayah pusat kota.

Pasalnya, Kota Tasikmalaya memiliki 10 kecamatan yang masing-masing punya potensi parkir.

“Bisa dilihat di 10 kecamatan itu sudah ada minimarket dan di situ ada parkir yang bisa menjadi objek retribusi,” kata dia.

Menurut Farid, pemerintah kota harus memberikan legitimasi kepada mereka sebagai juru parkir yang resmi.

Dengan semakin banyaknya area parkir yang dikelola, maka pendapatan pun akan semakin besar.

Tapi jangan menjadikan mereka “sapi perah”. Pemerintah juga harus memberikan hak-hak mereka dari mulai seragam, sepatu dan perlengkapan yang mereka butuhkan,” katanya.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya H Ricky Assegaf juga mengatakan hal serupa.

Menurutnya, uji petik yang dilakukan Dinas Perhubungan harus dilakukan seakurat mungkin.

“Bisa dengan melakukan uji petik secara rutin setiap minggu atau bulan, baik di situasi ramai dan sepi,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, potensi retribusi parkir masih banyak yang belum tersentuh pemerintah kota.

Karena sejauh ini masih banyak juru parkir ilegal. “Dengan adanya parkir yang tidak resmi, berarti banyak potensi yang masih bisa diberdayakan oleh pemerintah,” katanya.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.