Perlu Strategi Menghadapi Era Disrupsi

149
0
KOMPAK BERGERAK. Pengurus HMI Cabang Tasikmalaya foto bersama dengan anggota organisasi kepemudaan lainnya usai diskusi di Masjid Ulul Albab Jalan BKR Kota Tasikmalaya Sabtu malam (20/7). Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Di era disrupsi ini, organisasi kepemudaan harus menentukan percepatan arah gerakan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal ini terungkap dalam diskusi gerakan organisasi ekstra Se-Kota Tasikmalaya yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya di Masjid Ulul Albab Jalan BKR Kota Tasikmalaya Sabtu malam (20/7).

Diskusi ini diikuti juga oleh pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) Persis.

Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya Yoga Ahmad Fauzi mengatakan, saat ini dunia menghadapi feno­mena disruption (disrupsi), situasi di mana pergerakan dan perubahan dalam segala aspek sangat cepat dan fundamental. Bahkan era disrupsi ini mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru.

“Era disrupsi ini menjadi tantangan bagi semua lapisan masyarakat, termasuk lingkup organisasi kepemudaan,” katanya.

Sebab, sambungnya, era disrupsi ini bukan hanya percepatan teknologi, tapi pola pikir yang terdisrupsi. “Jika sebuah organisasi kepemudaan terus menggunakan cara lama dalam menghadapi era disrupsi ini, akan tertinggal,” katanya. Makanya perlu dilakukan inovasi dalam pendampingan masyarakat, supaya mendapatkan solusi. “Tidak dipungkiri, masyarakat sekarang sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal apapun karena percepatan teknologi informasi,” ujar dia.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepe­mudaan (PTKP) HMI Cabang Tasikmalaya Faisal Akbar menyampaikan diskusi dengan tema tantangan di era disrupsi ini sangat penting dibahas oleh organisasi mahasiswa ekstra kampus. Sehingga organisasi kepemudaan bisa bertukar pemikiran dalam menyikapi dan beradaptasi terhadap tatanan masyarakat yang dinamis.

Lanjutnya, kesiagaan organisasi ekstra kampus ditandai dengan keandalan menjawab tantangan perubahan peradaban secara relevan pada semua lini. “Percepatan teknologi ini selain memberikan dampak poisitif, juga faktanya banyak dampak negatif. Semoga diskusi ini menghasilkan solusi untuk mampu menanggulangi hal-hal negatif yang terjadi di lingkungan masyarakat,” katanya. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.