Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.6%

7.4%

69.9%

Perlukah Face Shield saat AKB di Luar Rumah? & Kaos Tangan?

466
0

Memasuki era tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal di saat Pandemi Covid-19, tak sedikit orang yang bertanya-tanya harus bersikap seperti apa saat beraktivitas, terutama di luar ruangan.

Hal ini terkait kondisi masyarakat yang kerap mengesampingkan aspek physical distancing atau jaga jarak saat beraktivitas di luar rumah/ kantor. Seperti di pasar, di mall dan tempat lain yang berpotensi kerumunan orang.

Saat pemberlakukan AKB atau New Normal, meski protokol kesehatan oleh petugas yang katanya akan diperketat, potensi kerumunan di kawasan kawasan tertentu tak bisa dihindari.

Nah, untuk mengantisipasinya, perlukah kita menggunakan face shield? sejauh mana efektivitasnya?

Belakangan di beberapa wilayah di Indonesia banyak orang yang mengenakan Face Shield, untuk melindungi diri dari Virus Corona.

Melansir dari kompas yang dilaporkan new york times (24/05), pemerintah Singapura membekali guru dan siswanya dengan face shield, saat proses belajar mengajar berlangsung di sekolah.

Hal tersebut sebagai langkah antisifasi penyebaran virus corona saat beraktivitas, jangan sampai kota terinfeksi.

Face shield adalah berupa alat pelindung diri (APD) seperti perisai wajah yang terbuat dari plastik transparan.

Sering kali kita melihat para ahli medis atau tim medis khusus yang menangani pasien positif corona menggunakan face shield. Dan menjadi alat penting bagi tim medis.

Ternyata, tim medis yang menangani pasien positif corona, selain menggunakan face shield juga tetap menggunakan masker.

Kita bisa simpulkan, bahwa face shield bukan lah satu satunya alat pelindung diri di wilayah muka, mulut dan hidung.

Melainkan sebagai pelindung tambahan setelah masker, agar tidak terkontaminasi dari berbagai penyakit termasuk Covid-19.

Kekurangannya, saat hendak makan atau minum, face shield tetap harus dibuka terlebih dahulu, sama halnya dengan masker.

Di sisi kiri-kanan dan bawah face shield masih terdapat ruang udara yang bisa bebas masuk ke muka. Berbeda dengan masker yang melindungi ketat bagian mulut dan hidung.

Alangkah lebih bijkasana terhadap diri kita sendiri, dalam menjalani Adaptasi Kebiasaan Baru di luar rumah atau kantor, kita mengenakan kedua alat tersebut. Terutama di kawasan kerumunan massa.

Tapi jangan lupa, selain daerah muka atau kepala, tangan juga harus tetap terlindung. Kaos tangan akan lebih baik saat berkativitas di luar ruangan.

Hal tersebut agar tatanan New Normal atau AKB yang kita jalani, tidak dikembalikan ke tatanan PSBB. Khususnya di Kota Tasikmalaya.

(agustiana_age)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.