Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.4%

20.4%

8.4%

66.9%

Permen yang Dituding Sebabkan Keracunan 4 Bocah 1 Tewas di Ciamis Akan Diteliti

205
0

CIAMIS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis bersama Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Tasikmalaya meneliti kasus diare berat atau dugaan keracunan hingga satu anak meninggal dunia.

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Ciamis Tita Supartini menjelaskan bersama Loka POM Tasikmalaya telah mengonfirmasi kepada orang tua korban soal diare hebat yang dialami tiga anak pada Selasa (1/9).

Baca juga : Diduga Ngantuk, Bus GR Seruduk Rumah di Gunung Cupu Ciamis

Berdasarkan hasil konfirmasi, orang tua korban mengaku lupa dan tidak mengetahui persis makanan yang dikonsumsi anak-anaknya. “Jadi anak-anak makan apa saja, minum apa saja dan jajan apa serta dari mana jajannya, di mana harusnya data itu ada tapi tidak bisa didapat dari orang tua, secara detail,” papar Tita kepada wartawan Rabu siang (2/9).

Untuk itu, dia masih belum memastikan bahwa anak-anak tersebut keracunan permen. Meskipun berdasarkan informasi yang diterimanya, anak-anak itu mengonsumsi permen dalam jumlah banyak dan terus-terusan sejak Senin pekan lalu.

Namun begitu, untuk memastikannya, pihaknya bersama Loka POM Tasikmalaya membawa delapan sampel permen untuk diteliti.

Jumlah sampel permen yang dibawa dalam jumlah sedikit. Dia belum tahu apakah memenuhi kriteria untuk diperiksa atau tidak. “Takutnya kurang karena kan ada kriteria berat tertentu untuk pengujian sampel,” ujarnya.

Dia mengaku mendapatkan kendala dalam penelitian kasus tersebut. Informasi yang didapat bahwa ada banyak jenis permen. Diantaranya, permen lipstik, permen jari atau permen dot. “Maka Dinkes Ciamis dan Loka POM khawatir menguji sampel yang berbeda dengan yang dimakan anak tersebut,” paparnya.

Dinkes Ciamis bersama Loka POM Tasikmalaya juga telah mendatangi lokasi tempat pedagang berjualan permen.

Lalu kapan hasil penelitian terhadap permen itu selesai? Dia tidak bisa memastikannya. Karena pemeriksaan sampel itu memerlukan waktu cukup lama.

“Semoga saja cepat keluar hasilnya,” harapnya. “Untuk sementara ini yang terpenting anak lainnya yang dirawat sembuh setelah ditangani di RSUD Ciamis. Jadi tinggal menunggu hasil uji Laboratorium untuk sampel permen yang diduga dikonsumsi tersebut,” ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Ciamis Yogi Permadi mengimbau kepada para orang tua agar lebih selektif mengawasi anak-anaknya dari jajanan berbahaya. Karena belum tentu makanan yang beredar itu aman.

“Saya tekankan juga pengawasan makanan oleh dinas terkait harus dilakukan agar bisa terawasi peredaran makanan yang berbahaya masuk ke pasar sampai ke perkampungan itu,” harapnya.

Dia juga berharap Dinas Kesehatan dan Loka POM Tasikmalaya cepat melakukan pengujian sampelnya dan secepatnya hasil pengujiannya keluar. Itu untuk memastikan penyebab anak-anak mengalami sakit perut hingga ada yang meninggal dunia. “Saya kira ini menyangkut kesehatan tentunya harus dilakukan serius dalam penanganannya,” paparnya.

Komisi D, kata dia, mengingatkan semua pihak untuk meningkatkan pengawasan makanan yang biasa dikonsumsi anak-anak. Apalagi nanti kegiatan belajar mengajar tatap buka dibuka lagi. “Pengawasan dan pengecekan harus dilakukan, karena demi keamanan anak-anak,” pesannya.

Sebelumnya, tiga anak di Ciamis diduga mengalami keracunan. Satu meninggal dunia, dua lagi menjalani perawatan di RSUD Ciamis. Tiga korban itu asal Desa/Kecamatan Sadananya, Ciamis merupakan kakak beradik. Korban meninggal adalah Muhamad Rizki (10). Sedangkan dua adiknya, Muhamad Rifki (7) dan Muhamad Syarif Hidayat (4) kondisinya mulai membaik.

Orang tua ketiga anak itu, Aef Saeful Hidayat dan Ai Yulia menjelaskan, Kamis (27/8) anak-anaknya mengeluhkan sakit perut. Dia mengira itu sakit perut muntaber. Kemudian, mereka diberikan oralit dan obat. Namun, sampai hari Sabtu (29/8) anak-anaknya masih belum sembuh.

Baca juga : Ciamis Punya Mesin PCR, Sehari Bisa 100 Warga di-Swab Test

Ketiganya kemudian dibawa ke RSUD Ciamis untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, anak yang pertama, Muhamad Rizki meninggal dunia. “Yang dua lagi sekarang, anak saya membaik dan bisa sembuh lagi,” papar Aef Selasa (1/9).

Aef tidak mengetahui persis penyebab anaknya sakit. Namun di rumahnya ditemukan bungkus plastik permen. Bungkus permen itu sudah dijadikan mainan oleh anak-anaknya. Dia menduga penyebab anaknya mengalami sakit perut karena mereka usai mengonsumsi permen tersebut. Karena, selama ini, makanan di luar permen jari aman. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.