Permudah Pelayanan, Desa di Kabupaten Tasik Bisa Akses Data Kependudukan

72
0
MENGECEK. Kabid PIAK dan Pemanfaatan Data H Uu Saeful Uyun mengecek data lima desa yang diusulkan mendapatkan permohonan hak akses data kependudukan di kantor Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya.
Loading...

TASIK – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tasikmalaya mengusulkan lima desa mendapatkan hak Akses Data Administrasi Kependudukan (Adminduk) dan Catatan Sipil dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Usulan tersebut merupakan inovasi dari Disdukcapil untuk mempermudah pelayanan data dokumen kependudukan.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data (PD) Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya H Uu Saeful Uyun mengatakan Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya mempunyai inovasi untuk mempermudah pelayanan akses data dokumen kependudukan.

Baca juga : Lagu “Polisi Sae Pisan” Bikin Polresta Tasik Terima Promoter Reward dari Lemkapi

Yaitu, mengusulkan Desa Cimanggu dan Luyubakti Kecamatan Puspahiang, Desa Deudeul dan Singasari di Kecamatan Taraju dan Desa Manonjaya di Kecamatan Manonjaya sebagai percontohan agar bisa mendapatkan Akses Data Dokumen Kependudukan dan Catatan Sipil langsung dari Kemendagri.

Secara aturan normatif sebenarnya, kata dia, inovasi mempermudah pelayanan data administrasi kependudukan tidak diatur dalam Permendagri Nomor 102. Namun, Disdukcapil mencoba menyampaikan permohonan ke Ditjen Dukcapil Kemendagri agar lima desa yang diusulkan bisa diberikan hak Akses Data Kependudukan dari Kemendagri, seperti halnya Disdukcapil bisa mengakses ke pusat.

Loading...

Adapun permohonan hak akses karena selama ini kaitan dengan data atau pengurusan surat nikah melalui RT/RW, kemudian ke desa dengan menyertakan KK dan KTP dinilai masih menyulitkan pemohon atau kurang praktis.

“Misalnya ada orang yang mau menikah ataupun sudah menikah, sementara data kependudukannya di sistem pusat datanya tidak berubah, seperti perubahan status atau tidak sinkronnya data di KTP dengan KK-nya,” jelas dia.

Menurut dia, ketika permohonan hak akses data kependudukan di lima desa mendapatkan izin dari Ditjen Dukcapil Kemendagri, maka Kabupaten Tasikmalaya menjadi pionir yang membuat inovasi permudah layanan akses data kependudukan di desa.

“Kebetulan untuk di kota/kabupaten di Jawa Barat, baru Kabupaten Tasikmalaya yang membuat inovasi ini. Bahkan di seluruh kota/kabupaten Indonesia juga belum ada,” ungkap dia.

Dia berharap inovasi permudah pelayanan data kependudukan di desa bisa diterima baik sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan. Tidak lagi harus ke kantor Disdukcapil.

“Agar ketika masyarakat yang berkendala dengan data kependudukan seperti untuk surat pernikahan bisa lebih mudah dan dekat langsung ke desa. Lebih cepat untuk pengambilan keputusan dari desanya nanti,” ujar dia.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Tasikmalaya Panji Permana SH merespon baik inovasi yang dibuat Disdukcapil.

“Jadi pelayanan akses data kependudukan ini, masyarakat tidak harus datang ke kantor Disdukcapil, langsung ke desa juga bisa. Maka lebih mempermudah, mempercepat pelayanan dan irit biaya ongkos,” ungkap dia.

Harapannya, Disdukcapil melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Apdesi sebagai wadah koordinasi antar semua desa, agar mengetahui desa mana saja yang akan dijadikan percontohan dalam inovasi akses data kependudukan dari pusat.

Dan desa lainnya bisa mencontoh dan mendapatkan kemudahan yang sama. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.