Peraturan Presiden Mobil Listrik Segera Terbit

26
0

JAKARTA – Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur masalah mobil listrik sudah hampir selesai. Saat ini draft Perpres itu ada di Menteri Keuangan untuk mendapatkan paraf persetujuan. Ini menandakan tidak ada lagi hal subtansi yang dipermasalahan dari draft Perpres mengenai mobil listrik itu. Namun ia mengisyaratkan, dalam Perpres itu juga diatur mengenai penggunaan content local.

“Saya berharap bulan ini, sekali lagi. Nanti saya mau telepon Menteri Keuangan karena di luar kota mengenai paraf dia, tinggal paraf dia aja,” ujar Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan usai menghadiri rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (19/7).

Ia mengaku telah sepakat dengan Menteri Perindustrian untuk memberikan kuota impor kepada perusahaan yang membikin industri mobilnya sampai industri itu jadi. “Kita tadi ingin supaya nanti litium batere yang mau kita bangun di sini itu betul-betul itu yang menjadi daya tarik, karena kan bahan-bahan bakunya di kita. Mungkin dalam dua tahun, kita bikin waktunya dan jumlahnya berapa,” ujarnya. Perhitungan jangka waktu dua tahun itu, menurut Luhut, menyesuaikan waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik mobil.

Sementara, kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah, ternyata direspons pasar. Produsen mobil asal Cina Dongfeng Sokonindo (DFSK) misalnya. Telah mengantisipasi perkembangan mobil listrik di Indonesia dengan memboyong Glory E3, meski kendaraan bermodel sport utility vehicle (SUV) itu belum dijual di Tanah Air.

“Kami sengaja membawa DFSK Glory E3 untuk diperkenalkan kepada konsumen di Indonesia,” kata Managing Director Sales Center PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, ICE BSD, Tangerang, kemarin.

Franz menjelaskan bahwa DFSK memiliki jaringan riset dan pengembangan di Silicon Valley, Amerika Serikat, sehingga tidak heran jika mereka sudah memiliki mobil listrik meski baru masuk ke pasar Indonesia pada dua tahun lalu.

Glory E3 yang tampil perdana pada Shanghai Auto Show 2018, berdimensi 4385mm x 1850mm x 1647mm (panjang x lebar x tinggi) dengan wheelbase 2655mm yang memberikan nuansa urban untuk penggunanya, terutama pada tampilan eksterior dan kaki-kaki berukuran 18 inci.

Sistem penggerak yang dipakai Glory E3 adalah motor listrik dan baterai dengan jarak tempuh mulai dari 405 kilometer berkat kapasitas baterai 52,56 kwh yang disandingkan dengan motor listrik tipe Permanent Magnet Synchronous Motor.

Glory DFSK E3 hanya memerlukan waktu 30 menit untuk mencapai 80 persen daya baterai dengan menggunakan teknologi pengisian cepat. Meski bisa melaju jauh, DFSK tetap memperhatikan performa. Glory E3 bertenaga 163 PS dan torsi mencapai 300 Nm, yang mampu berakselerasi 0-50 km dalam waktu 3,9 detik. (ful/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.