Pers Verifikator Informasi Medsos

20
TALKSHOW. Para pimpinan media dan Kepala Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya H Asep Maman Permana (kedua kiri) saat talkshow Pos Ronda 99 Spesial HPN 2019 di Studio Radar TV Kamis (7/2).Firgiawan / Radar Tasikmalaya

TASIK – Derasnya informasi di media sosial (medsos) menjadi tantangan bagi insan pers dalam memberikan informasi valid dan akurat terhadap khalayak. Apalagi, tidak dipungkiri beberapa informasi yang ramai di dunia maya tersebut justru dianggap kurang berimbang atau cenderung hoaks.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya H Asep Maman Permana MSi mengatakan Pemkot memiliki harapan besar terhadap peran pers. Bertepatan momen Hari Pers Nasional Tahun 2019, dia mengajak terjalinnya kemitraan, terutama berkaitan tugas pokok dan fungsi Diskominfo dalam pelayanan informasi bagi masyarakat.

“Ekspektasi kami, terjalinnya kemitraan antara pemerintah dengan pers dalam memberikan informasi terhadap masyarakat. Sebab, kami akui tanpa pers program pemerintah tidak akan tersosialisasi dengan optimal,” ujarnya saat menghadiri Talkshow Pos Ronda 99 edisi Hari Pers Nasional di Studio Radar Tasikmalaya TV, Kamis (7/2).

Menurutnya, apabila pemerintah dan pers bersinergi memberikan informasi berimbang, akurat dan terverifikasi, otomatis bisa menjadi kekuatan besar bagi daerah supaya masyarakat lebih maju. Tidak tersulut informasi yang belum tentu kebenarannya, seperti yang saat ini membanjiri media sosial. “Kami pun turut berperan dalam menyikapi maraknya hoaks. Termasuk kehadiran pers sebagai kontrol sosial juga bisa memverifikasi kebenaran suatu informasi yang beredar di masyarakat,” tuturnya.

Pimpinan Redaksi Harian Pagi Radar Tasikmalaya Usep Saeffulloh mengungkapkan media cetak saat ini hadir menjaga kepercayaan publik, menjadi verifikator informasi yang berseliweran di media sosial. “Media cetak itu memverifikasi dan memvalidasi informasi yang lalu lalang di medsos,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Pimpinan Redaksi Harian Umum Kabar Priangan M Romli. Menurutnya, fungsi pers dulu dan hari ini masih sama, hanya dengan tantangan berbeda. Meski dari sisi kecepatan informasi di media sosial terbilang pesat, media cetak tetap hadir untuk memverifikasinya. “Pembedanya, data yang kita informasikan harus terverifikasi. Artinya wartawan menginvestigasi langsung persoalan atau informasi tersebut,” ucapnya.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Tasikmalaya (PJT) Hendra Herdiana mengatakan saat ini para jurnalis berpacu dengan informasi di media sosial. Baik sisi kecepatan mau pun akurasi informasi. “Kita sendiri di media televisi tentu berpacu dengan media online. Ini sudah terprediksi saling kejar informasi bagi masyarakat,” ujarnya menceritakan.

Sementara itu, Pimpinan Redaks Radar Tasikmalaya TV Hilmi Pramudya mengatakan informasi di media sosial yang sulit dibendung, justru harus diimbangi dengan informasi valid oleh media massa yang kredibel. Maka dari itu, perlunya media sosial justru bisa menjadi lahan untuk membagikan informasi melalui link berita yang sudah ditayangkan media elektronik.

“Jadi informasi di medsos, bisa kita luruskan kebenarannya lewat link berita yang kita pantulkan setelah tayang di TV. Itu juga untuk memberi edukasi serta bewara bagi masyarakat,” pungkasnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.