Hanya 15 Persen Peserta Porsenitas Menginap di Banjar

Persiapan Dinilai Kurang Maksimal

19

BANJAR – Atlet dan ofisial olahraga pada gelaran Pekan Olahraga dan Seni Daerah Perbatasan (Porsenitas) ke 7 dari delapan kabupaten/kota lebih memilih menginap di luar Kota Banjar, seperti Ciamis dan Majenang. Dari seluruh peserta Porsenitas, hanya lima belas persen yang menginap di Kota Banjar.

“Ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan investor hotel di Kota Banjar. Kenapa gelaran yang mendatangkan delapan kota dan kabupaten ini kita selaku tuan rumah terkesan tidak ada persiapan yang matang. Padahal ini menyangkut nama baik Kota Banjar. Masa untuk penginapan atau tempat beristirahat saja para atlet harus lari ke Ciamis, harus sewa ke Majenang wilayah perbatasan yang masuk ke Kabupaten Cilacap. Kan malu,” kata pemerhati pemerintah Kota Banjar Sidik Firmadi Kamis (6/12).

Tokoh masyarakat Kota Banjar Edis Gunawan juga angkat bicara. Ia menyayangkan persiapan Pemerintah Kota Banjar yang seakan tidak maksimal, padahal anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan itu sebesar Rp 1,2 miliar.

“Sangat disayangkan momen Porsenitas ini terkesan Banjar sebagai tuan rumah nampak tidak maksimal. Sarana publik seperti hotel-hotel yang cukup nyaman tidak tersedia sehingga acara Porsenitas ini tidak berdampak bagi peningkatan PAD.

Malah yang diuntungkan ya tetangga sebelah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Cilacap, khususnya Majenang karena anggaran hotel dan restoran terserap oleh mereka. Saya pikir DPRD juga nanti harus mempertimbangkan dalam memberikan persetujuannya anggaran. Ini sampai Rp 1,2 miliar tapi tidak bisa dimanfaatkan maksimal untuk mendongkrak PAD,” katanya.

Kepala Bidang Pendapatan BPPKAD Kota Banjar Heri Sapari mengaku dua minggu sebelum pembukaan Porsenitas sudah mengimbau pemilik hotel dan penginapan untuk berbenah. Mengganti fasilitas, termasuk sarana tidur untuk tamu hotel. “Bahkan saya juga menyampaikan hal yang sama kepada OPD penyelenggara untuk memperhatikan itu agar pelaksanaan Porsenitas ini bisa mendongkrak peningkatan PAD tahun ini dari sektor pajak hotel dan restoran,” kata Heri di ruang kerjanya kemarin.

Faktanya, berdasar penelusuran pegawainya di lapangan, ada yang membatalkan pesanan hotel karena fasilitas yang disedikan dirasa tidak nyaman. “Sempat mau di-booking (salah satu hotel) tapi dibatalkan karena fasilitas tempat tidurnya tidak nyaman.

Akhirnya kontingen atlet tersebut memilih menyewa hotel di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Ia menyebut di Kota Banjar ada sekitar 9 hotel melati yang terdaftar dan menjadi target pengenaan pajak. “Saya kurang tahunya kalau dari serapan retribusi yang lain seperti parkir contohnya. Tapi kalau dari pajak hotel dan restoran, saya pesimis. Butuh kesadaran juga dari pengusaha hotelnya, salah satunya kelengkapan badan usahanya atau berbadan hukum,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjar Herdiana Pamungkas menyebut mau siap atau tidak siap menjadi tuan rumah, pemerintah kota harus maksimal karena memiliki tanggung jawab sebagai tuan rumah.

Untuk sarana istirahat dari seluruh kontingen memang tidak akan tertampung semua di Kota Banjar. Namun minimal semua hotel yang ada baik penginapan, guest house dan lain lain itu terisi semua. ”Kalau sudah penuh baru cari yang di luar Kota Banjar. Nah itu relevan, wajar. Tapi kalau belum apa-apa sudah dibatalkan dan gak jadi booking, wah ini harusnya kita malu sebagai tuan rumah. Penyelenggara acaranya bagaimana ini,” katanya.

Terkait kesiapan hotel, kata dia, perlu komunikasi yang baik antara pemerintah kota dengan investor. Kejadian ini harus menjadi cermin sehingga dalam acara yang sama kedepannya tidak terulang kembali.

“Malu lah kalau dari sekian ribu atlet yang bisa tertampung hanya berapa persennya saja. Cabang olahraga kan perlu istirahat yang nyaman, supaya ketika bertanding bisa maksimal, badan fit. Secara langsung juga saya tidak menyalahkan atlet dari kontingen lain kenapa tidak mau menginap di Kota Banjar, jelas kita sendiri yang harus introspeksi,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Pembinaan dan Pengembangan Olahraga Prestasi dan Organisasi Olahraga (P2OPO) Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Banjar Dewi Kurniasih menyebut berbagai persiapan untuk bidang olahraga sudah maksimal. Termasuk ketersediaan tempat penginapan yang layak bagi para kontingen dari kota dan kabupaten lain. “Sudah maksimal, kita memang sudah siap sejak awal,” jawabnya.

Ia mengakui dari seluruh atlet luar Kota Banjar yang ikut dalam Porsenitas ini hanya 15 persen yang menyewa hotel di Kota Banjar. Selebihnya banyak yang ke luar daerah. Berdasarkan data, satu kabupaten mengirimkan sekitar 120 atlet untuk seluruh cabang olahraga. “Ya sekitar 15 persenan lebih sedikit. Banyak yang di luar Kota Banjar menginapnya,” katanya.

Disisi lain dia menyebut pelaksanaan olahraga antar daerah di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini sukses. Hasilnya selama tiga hari dilaksanakan, Kabupaten Ciamis sebagai juara pertama sedangkan Kota Banjar di peringkat ketiga dengan perolehan dua medali emas. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.