Persiapan PSBB Hari Rabu, Posko Perbatasan Kota Tasik Dibubarkan

1070
0

KOTA TASIK – Menjelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari Rabu pekan depan, Posko Gugus Tugas di perbatasan-perbatasan sudah ditiadakan mulai Jumat (1/5).

Petugas yang melakukan monitor warga yang masuk ke Kota Tasik itu kini sudah ditarik.

Sekda Kota Tasikmalaya sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas, Drs H Ivan Dicksan mengatakan untuk posko perbatasan memang sudah tidak dioperasikan lagi, karena saat ini pihaknya sedang mempersiapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca juga : PSBB di Kota Tasik Sudah Siap & Tinggal Menyempurnakan

“Jadi kami sudah tidak menempatkan petugas lagi di perbatasan,” ungkapnya.

Di samping itu, posko perbatasan tersebut sebelumnya memang hanya diprogramkan satu bulan saja, sehingga hari Kamis kemarin merupakan operasional terakhir mereka.

Loading...

“Operasionalnya memang hanya sampai 30 April saja, kita tidak lanjutkan,” terangnya.

Para petugas yang sebelumnya ditempatkan di perbatasan bukan berarti tidak lagi bekerja. Mereka, kata H Ivan, akan dipersiapkan untuk pelaksanaan PSBB. “Karena kita akan melakukan penguatan di dalam Kota,” terangnya.

Sementara arus kedatangan warga dari luar daerah saat ini memang sudah menurun drastis. Namun potensi tersebut tetap ada dan perlu diwaspadai oleh tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Pantauan Radar, posko yang sebelumnya ditempatkan di Jalan Ibrahim Adjie Kecamatan Indihiang sudah tidak ada. Para pengendara baik sepeda motor maupun mobil pun keluar masuk tanpa pengawasan.

Baca juga : Pasien Positif Covid-19 di Kota Tasik Bertambah Jadi 30 Orang

Hal itu diakui oleh H Ivan, namun saat ini Polres Tasikmalaya Kota sudah mulai melaksanakan Operasi Ketupat Covid-19 Lodaya 2020, sehingga untuk pengawasan terhadap pengendara yang datang dipercayakan kepada kepolisian. “Karena operasi itu juga ditujukan untuk penanganan Covid-19,” terangnya.

Sebelumnya, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto menyebutkan bahwa arus kedatangan pemudik sudah banyak tersekat di beberapa daerah. Mereka yang masuk ke Tasikmalaya hanya sebagian kecil saja. “Jadi kondisinya sudah cukup lengang untuk ke Tasik,” tutur alumnus Akpol 1999 ini. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.