Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.4%

8.1%

67.3%

Persikotas Sedang Persiapan di Liga 3

135
0
RINDU STADION. Para pendukung fanatik Persikotas saat memberikan dukungan di Stadion Wiradadaha beberapa waktu lalu. Firgiawan / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Merespons pernyataan sesepuh sepakbola Kota Tasikmalaya H Mugofir, pengurus Persatuan Sepakbola Kota Tasikmalaya (Persikotas) langsung menggelar konferensi pers, Rabu (9/9).

Mereka meluruskan adanya kekhawatiran eksistensi tim berjuluk Laskar Wiradadaha bakal tersalip klub baru.

Baca juga : Rumah Ketua MWC NU Tamansari Kota Tasik Dilahap si Jago Merah

Media Officer Persikotas, Asep WK menerima kritik dan saran tersebut sebagai bentuk kepedulian dan input dari sineas sepakbola senior yang mendambakan kembalinya kejayaan Persikotas.

Namun, ia khawatir justru membangun stigma negatif dan menjadi preseden buruk bahwa klub pertama di Kota Resik tersalip klub baru.

“Justru kita sama-sama di seri dua dalam Liga 3 tahun ini. Persikotas sendiri sudah terdaftar sebagai peserta dari 37 tim se-Jawa Barat, yang terkonfirmasi akan berlaga di Liga 3 Seri II mendatang,” tuturnya dalam konferensi pers di Rumah Makan Genah Calik, Rabu (9/9).

Persikotas sendiri, kata dia, tengah mempersiapkan laganya di Liga 3 tahun ini. Di samping baru saja menuntaskan turnamen Wali Kota Tasikmalaya Cup, sebagai media penjaringan potensi sepakbola bibit-bibit muda.

“Belakangan ini kan semua memahami, kalau kita dilanda wabah corona. Kami terus intensif koordinasi dan komunikasi, supaya tetap eksis dan bernafas di ajang-ajang yang ada, di kelas Persikotas,” katanya.

Adapun pengurus hari ini dinilai tidak seluruhnya berkompeten. Ia mengakui, idealnya ingin 100 persen jajaran kepengurusan diisi oleh orang kapabel.

Tetapi, itu menjadi hak prerogratif ketua dan keputusan formaturlah yang menentukan, siapa saja yang layak masuk di susunan kepengurusan.

“Banyak saya akui rekan-rekan sineas, pegiat bahkan penggila bola yang kompeten untuk mengurus klub. Namun, jangan salahkan kami, sebab yang hadir saat ini bukan semata berniat cari untung, atau memanfaatkan organisasi. Justru kita penggila bola yang ingin mendorong kemajuan daerah, lewat gerbang olahraga matras hijau,” papar pegiat olahraga tersebut.

“Maka, saya harap Pak Mugofir apabila ada input, mari sama-sama berdiskusi, jangan membuka opini seolah kami tidak memberi ruang komunikasi dan tidak welcome.

Berperan kan tidak harus di dalam, Pak Mugofir tidak masuk pengurus juga bukan berarti itu keputusan mutlak dari kami,” sambung Asep.

Diberitakan sebelumnya, geliat persepakbolaan Kota Resik, melalui klub Persikotas ditaksir tidak akan meraih masa gemilang kembali. Apalagi, saat ini lahir klub-klub baru dari daerah sekitar bahkan di Kota Tasikmalaya sendiri.

Seperti yang diungkapkan, mantan pengawas pertandingan H Mugofir. Ia yang turut membidani pemisahan Persitas dan Persikotas memprediksi geliat Laskar Wiradadaha akan semakin berat dalam menancapkan bendera di divisi yang ada.

“Kami lihat dari sisi tata kelola dan manajerial, masih belum menyentuh kata ideal. Ini akan tersaingi klub-klub baru yang lebih profesional dan serius,” ucapnya saat ditemui di Jalan Residen Ardiwinangun, Selasa (8/9).

Ia mengatakan tahun lalu Persikotas absen di liga 3, dan otomatis ketika kembali berlaga akan masuk ke Grub B. Sementara, klub baru bernama Tasik Raya FC, justru eksis dan akan menduduki grup A di liga 3 mendatang.

“Persikotas kan absen kemarin, Tasik Raya kita lihat lebih bergeliat dan berpotensi menyalip eksistensi Persikotas,” tutur sesepuh di kancah sepakbola Tasikmalaya tersebut.

Menurutnya, Tasik Raya FC dimotori pengusaha dan para orang tua atlet yang memiliki semangat memajukan anak-anaknya berkiprah di olahraga matras hijau.

Baca juga : Salah Sita, Begini Kata Management WOM Cabang Tasikmalaya

Selain itu, jajaran pengurusnya merupakan praktisi sepakbola yang mengikuti kepelatihan dan manajemen yang serius.

“Sementara apabila menengok kepengurusan Persikotas hari ini, saya pikir hanya 30 persen saja yang mumpuni dalam mengelola klub. Saya bukan ingin dilibatkan di struktur pengurus, hanya saja menyayangkan kalau Persikotas lagi-lagi mengalami kemunduran,” keluh dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.