Persuasif Dulu, Demo Kemudian

162
0

TASIK – Rencana honorer kategori dua (K2) demo besar-besaran di Istana Jakarta hari ini (20/10) urung dilaksanakan. Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) memilih jalur persuasif terlebih, sebelum melaksanakan aksi besar-besaran dari honorer seluruh Indonesia.
Perubahan pola gerakan untuk menuntut pemerintah pusat agar merevisi Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mengangkat para honorer K2 menjadi PNS, karena FHK2I ”memberikan waktu” kepada pemerintah pusat mengakomodir dan melaksanakan tuntutan FHK2I yang dikirim ke Presiden Joko Widodo, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan DPR RI. ”Jadi kita persuasif dulu sebelum aksi,” ujar Sekretaris FHK2I Kabupaten Tasikmalaya Ade Herman SPd kemarin (19/10).
Jika sampai akhir November 2017, langkah persuasif FHK2I tidak berhasil dan pemerintah pusat tidak melaksanakan tuntutan mereka, maka seluruh anggota honorer K2 akan menggelar aksi atau demo besar-besaran pada bulan Desember di masing-masing pemerintah provinsi dan Istana Negara, Jakarta.
”Jadi bulan Oktober ini masih pendekatan secara persuasif dulu. Mudah-mudahan November ada pembahasan revisi UU ASN. Dan, segera dibuat payung hukum untuk pengangkatan honorer K2 menjadi PNS tanpa tes,” tegasnya.
Isi Posisi dengan Guru Honorer
Ketua Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tasikmalaya Nasihin SPdi meminta kepada pemerintah pusat mengangkat 1.500 guru honorer kategori 2 (K2) di Kabupaten Tasikmalaya. Terlebih, sebanyak 295 ribu guru PNS akan pensiun selama periode 2017-2019.
Menurut Nasihin, pensiunnya 295 ribu guru PNS dalam kurun waktu 2017-2019 ini bisa menjadi peluang bagi guru honorer K2 untuk menggantikannya. ”Jadi tinggal angkat saja guru honorer K2 yang ada di masing-masing daerah termasuk di Kabupaten Tasikmalaya menjadi PNS tanpa tes,” ujar Nasihin saat dihubungi kemarin (19/10).
Selama massa periode pensiunnya 295 ribu guru PNS, pemerintah pusat bisa mengangkat guru honorer K2 di Kabupaten Tasikmalaya secara bertahap. ”Dua kali tahapan pengangkatan juga selesai. Selama dua tahun, jadi kami minta keseriusan pemerintah pusat dalam menyelenggarakan pendidikan,” ungkapnya.
Pensiunnya sebanyak 295 ribu guru pegawai negeri sipil (PNS) di seluruh Indonesia 2017-2021, sebelumnya, membuka harapan bagi honorer kategori dua (K2) dan sukwan menjadi abdi negara. Terlebih Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya meminta kepada pemerintah pusat untuk mengangkat langsung K2 tanpa tes, karena mereka sudah mengabdi lama menjadi di Kabupaten Tasikmalaya.
“Tinggal persyaratan administrasi saja. Pengang­kat­an honorer K2 ini yang diperjuangkan oleh peme­rin­tah daerah ke pusat,” ujar Sekrertaris Daerah (Sekda) Kabu­paten Tasikmalaya Drs H Abdul Kodir MPd saat dihubungi Radar Rabu (18/10). (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.