Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%

Pertama Dalam Sejarah, Bangun Jembatan Layang di Kota Tasik

1519
0
MAKET. Desain rencana pembangunan jembatan layang di Jalur Lingkar Utara.

Hari ini, genap 18 tahun Kota Tasikmalaya berdiri. Banyak perkembangan signifikan di Kota Resik ini. Salah satunya di bidang infrastruktur yang pesat, untuk itu sebagai kado ulang tahun ke-18, pembangunan jembatan layang atau fly over yang melewati jalur kereta api (KA) pada pembangunan Jalan Lingkar Utara (Lingtar) sudah dimulai.

Dengan panjang fly over 35,6 meter dan lebar 30 meter, pembangunan tahap I jem­bat­an layang senilai Rp 17,4 miliar sedang dilaksanakan. Yang dimulai dengan pekerjaan bangunan bawah atau pondasi urugan pembentukan badan jalan.

Anggaran pembangunan jembatan layang pertama sejak berdirinya Kota Tasikmalaya tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bahkan tahun depan, akan diselesaikan pembangunan tahap II senilai Rp 18 miliar yang biayanya diupayakan kembali berasal dari Bantuan Provinsi Jawa Barat.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menuturkan semua keberhasilan pembangunan di Kota Tasikmalaya, tak lepas dari peran serta dan dukungan seluruh masyarakat kepada pemerintah daerah.

Budi menyampaikan sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil maupun ke Balai Besar Jalan Wilayah 5 di Jakarta, su­paya, pe­nuntasan Jalur Lingtar bisa diprioritaskan. “Jalur ini nan­tinya berfungsi skala regional, namun akses penunjang ke jalur nasional, nantinya menjadi akses ke Jalan Moch Hatta Karangresik,” ucapnya.

Menurutnya, terdapat beberapa komponen penunjang yang vital di Jalur Lingtar. Salah satunya pembangunan Jembatan Ciloseh yang diestimasi bisa menelan biaya Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar. Pemprov pun dimintai bantuan supaya bisa mengucurkan dana menuntaskan fly over di Kecamatan Purbaratu, di mana tahun ini pelaksanaan tahap awal sedang digarap. “Kami tidak minta bantuan anggarannya, silakan saja seandainya akan dibangun pusat. Terpenting, masyarakat Kota Tasikmalaya dan Priangan Timur dapat merasakan manfaatnya,” katanya.

MONITORING. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman bersama Kadis PUPR H Adang Mulyana, Kabag Pembangunan Suherlan memantau progres pembangunan jembatan layang di Jalur Lingkar Utara Kecamatan Purbaratu, Rabu (16/10).

Pembangunan yang terus diupayakan, kata Budi, bukan hanya fly over atau Jalan Lingkar Utara saja, akan tetapi berbagai pembangunan lain seperti Rumah Sakit Tipe D, Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Purbaratu yang saat ini sudah 95 persen selesai, Rumah Sakit Tipe D di Kecamatan Kawalu termasuk juga saran dan prasarananya.

“Apa yang dicapai Kota Tasikmalaya ini, berkat dukungan dari seluruh masyarakat,” tegasnya.

Tidak hanya pembangunan untuk sarana kesehatan saja, sambung Budi, tahun ini Kota Tasikmalaya pun menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk Porda Tahun 2022. Sebab sesuai SK Gubernur Jawa Barat, Kota Tasik terpilih sebagai tuan rumah Porda.

“GOR Sukapura kita benahi, tahun depan Susi Susanti gedungnya ingin internasional seperti namanya. Insyaallah provinsi akan bantu. Karena nanti itu akan ada 36 cabang olahraga yang dipertandingkan,” tutur pria yang terkenal jago lobi tersebut.

Menurut Budi, sebagai tuan rumah Porda, ada banyak hikmah yang didapat Kota Tasikmalaya. Selain terpenuhinya berbagai sarana dan prasarana olahraga, juga bisa mendatangkan orang dari berbagai daerah, berkegiatan di Kota Tasikmalaya.

“Termasuk tahun ini sertifikat Dadaha jadi kado ulang tahun. Difasilitasi dan mediasi Ibu Kajari kemarin. Jadi hikmah alhamdulillah. Artinya tak ragu lahan 15 hektare sudah milik kita,” ungkapnya bangga.

Dari bidang ekonomi, kata Budi, pertumbuhan ekonomi relatif baik di atas rata-rata provinsi dan nasional yaitu kisaran 6 persen. Kemiskinan trennya terus turun, sekarang di angka 12,71. Inflasi juga 2.30 ini terendah di Jabar. Bidikan itu ratio gini yang selalu menjadi soal. Pemerataan, kesenjangan sekarang 0,39 rata dengan nasional dan provinsi.

“Alhamdulillah 2016-2018 laporan keuangan pemeriksa BPK kita raih opini WTP. Di luar pembangunan infrastruktur lain,” tuturnya.

Keberhasilan lain yang telah diraih Kota Tasikmalaya yakni menginisiasi Tol Bandung-Tasikmalaya pada tahun 2015 lalu.

Saat itu, dukungan dari seluruh daerah di Priangan Timur cukup besar. Dan sekarang ini proses pembangunan jalan tol tersebut sudah pada tahap lelang resmi.

“Kota Tasikmalaya akan ada exit tol di Jalan Swaka. Kita minta exit tol dua, satu lagi di kampus dua Unsil di Tamansari. Saya minta, dua karena 30 hektare Unsil perlu pengembangan dan berat mobilitas apabila masih jalur lama,” jelasnya.

Dengan banyaknya keberhasilan yang sudah diraih Kota Tasikmalaya, Budi berharap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia berpesan agar seluruh hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dengan baik serta dipelihara masyarakat.

“Di hari jadi ini sebagai momentum untuk bersyukur menjadi alat evaluasi kami. Masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Bagaimana terus membangun visi daerah religius, maju dan madani. (red/igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.