Disalurkan Ketika Ada Permintaan

Pertama Dapat Bantuan Air Bersih

BANTUAN AIR. Warga Lingkungan Pangadegan saat antre mendapatkan air bersih dari BPBD Kota Banjar Rabu (12/9). Mereka mengaku baru pertama mendapat bantuan air bersih. (Anto Sugiarto / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BANJAR – Sebanyak 18 Kepala Keluarga (KK) di Lingkungan Pangadegan RT 07 RW 18 Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman akhirnya mendapat bantuan air bersih. Penyaluran air bersih dilakukan BPBD Kota Banjar Rabu (12/9).

Ketua RT 07 Kusmana bersyukur pemerintah kota melalui BPBD Kota Banjar mengirim air bersih ke kampungnya.

“Alhamdulillah senang banget karena sudah lama ditunggu bantuan seperti ini. Iya betul ini bantuan yang pertama,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Dia mengaku sebelum-sebelumnya tidak tahu apabila harus membuat pengajuan ketika kesulitan air bersih. Itu kenapa warga baru mendapat bantuan air bersih dari pemerintah kota.

“Mudah-mudahan Pemerintah Kota Banjar bisa lebih memperhatikan masyarakat kecil yang ada di wilayah Pangadegan yang merasa terkucilkan lantaran lokasinya terisolir,” katanya.

Warga lainnya Reni (23) mengaku senang dan bersyukur sudah bisa mendapatkan air bersih.

“Alhamdulillah hatur nuhun bantosan nana. Semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan kita lagi kedepannya,” tandasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar Yayan Herdiaman SH, MSi mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan setelah ada laporan masuk dari pihak kelurahan.

“Iya betul. Ini pendistribusian yang pertama karena sebelumnya belum ada permintaan. Kita mengirim air sesuai permintaan dari desa/kelurahan yang kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkapnya.

Sementara itu, terang dia, musim kemarau ini sudah ada tujuh desa/kelurahan yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.

Semuanya sedang diakomodir untuk dikirim air. Namun, pihaknya terkendala armada yang hanya satu. Sehingga harus bergantian.

“Satu desa yang mengalami krisis air ada beberapa titik sehingga tidak bisa dalam sehari diakomodir semua,” jelasnya.

Yayan berharap masyarakat bisa mengirit dalam menggunakan air.

“Untuk mandi dan mencuci masih bisa menggunakan air dari kolam. Untuk masak dan minum gunakan air yang dikirim,” ungkapnya. (nto)

loading...