Pertaruhan Harga Diri

73
0
BERSIAP. Para pemain Liverpool bersiap menghadapi musim baru saat menjamu Norwich di pekan pertama Premier League.

LIVERPOOL- Perebutan dua tiket lolos ke babak 16 besar Liga Champions di Grup E akhirnya mulai mengerucut. Hanya Liverpool dan Napoli. Dua kiblat sepak bola Italia dan Inggris itu akan berduel di Anfield, dini hari nanti (Live Champions TV 1 Pukul 03.00 WIB). Laga ini bisa dibilang duel hidup mati bagi kedua tim. Selain itu, duel nanti juga punya misi demi harga diri dua kiblat sepak bola.

The Reds mengincar kemenangan. Napoli juga demikian. Pasalnya, tiga poin di Anfield menjadi modal penting keduanya untuk lolos dari fase grup dengan satu laga tersisa. Namun di sisi lain, sejarah bisa menjadi data yang penting. Dari lima pertemuan terakhir, Partenopei tak pernah mengukir sekalipun kemenangan di Inggris. Hal itu membuat The Reds lebih banyak difavoritkan.

Ribuan warga di kota pelabuhan barat Britania tengah menanti laga krusial tersebut. Ya, Liverpool sebagai representasi sepak bola Inggris jelas tak ingin dinodai Napoli yang merupakan wakil Italia. Apalagi Napoli kini berada dalam situasi yang sulit karena pemotongan gaji pemainnya. Jelas, kondisi ini menguntungkan klub besutan Jurgen Klopp. Kans melaju ke babak selanjutnya terbuka lebar.

Di sisi lain, klub Merseyside berada di puncak klasemen Grup E dengan sembilan poin. Mohammad Salah dan kawan-kawan unggul satu poin dari Napoli yang menduduki posisi runner up. Sementara peluang sang kuda hitam, Red Bull Salzburg tertutup dengan mengemas 4 angka selama gelaran tersebut.

Dengan dua pertandingan tersisa, tiga poin tambahan melawan Napoli akan membawa The Reds melaju ke fase gugur dengan berstatus juara Grup E. Seri apalagi kalah bisa membuat perjalanan The Reds di Eropa musim ini jadi melambat. Pada pertemuan pertama di Stadion San Paolo, I Partenopei unggul 2-0 .

Di tengah misi tersebut, Liverpool baru mendapat kabar baik setelah winger andalan mereka Mohamed Salah telah pulih dari cedera engkel dan siap menjadi bagian trisula bersama Mane dan Firmino.

“Dia (Mohammad Salah, Red) dalam kondisi yang bugar. Latihan regular mulai diikutinya secara penuh. Besok malam (melawan Napoli), dia sudah kembali ke lapangan,” terang Klopp menjelaskan kondisi Salah seperti yang dilansir Express, kemarin.

Klopp tak mau, kenangan pahit di San Paolo, September lalu kembali terjadi. Laga di Anfield harus menjadi pemecut semangat pasukannya untuk tampil beringas di laga nanti. Di sisi lain, salah satu punggawa serang Robert Firmino telah kembali ke performa terbaiknya. Bulan lalu, pemain Brasil ini menjadi sorotan setelah dalam beberapa laga penting mulai jarang memberikan gol.

Pada matchday ke 13, Liverpool nyaris ditahan imbang oleh Cyrstal Palace, Sabtu (23/11) lalu. Firmino menjadi penyelamat dengan mencetak gol di menit-menit terakhir untuk membawa pasukan Jurgen Klopp menang tipis 2-1. Gol tersebut merupakan yang pertama dari Firmino sejak dia mencetak gol dalam kemenangan 2-1 atas Chelsea pada September lalu dan merupakan gol keempatnya musim ini.

“Tim kami benar-benar baik-baik saja dengan apa yang saya lihat. Baginya (Firmino), itu luar biasa akhirnya dia mendapatkan imbalan (gol),” kata Klopp kemarin. “Kami tidak membahas berapa banyak gol, Saya tidak akan tahu kapan dia mencetak gol terakhir dan saya tidak pernah memikirkannya,” tambahnya.

Meski demikian, Liverpool wajib mewaspadai Napoli. Trisula Salah-Mane-Firmino berpotensi untuk kembali diturunkan. Lini tengah Liverpool akan diisi Fabinho dan Georginio Wijnaldum bersama James Milner akan menggantikan kapten Jordan Henderson.

Di sektor pertahanan, Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk dan Andrew Robertson semua akan tetap menjadi andalan , sementara Dejan Lovren akan terus mewakili Joel Matip yang cedera.

Terpisah, Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti kepada Sky Sport Italia mengatakan timnya datang ke Anfield dengan mental yang sangat baik. Kemenangan di San Paolo menjadi alasannya. Kendati diganggu urusan keuangan, Napoli terlihat lebih relaks. Bagi Napoli hasil seri sudah cukup. Jika pun kalah, satu laga tersisa terakhir melawan Genk bisa menjadi penentu.

“Kami akan mencoba mengambil inisiatif mengontrol pertandingan namun bila tak berhasil maka kami akan mencoba cara lainnya. Strategi tim kami tak cocok untuk memarkir bus lawan Liverpool,” tutur Ancelotti.

Pelatih 59 tahun itu menambahkan punya memori manis jika bertanding di Anfield. Pada periode pertamanya bersama Chelsea musim 2009-2010, Ancelotti memenangi laga krusial pada pekan ke-37. Kemenangan 2-0 Chelsea atas Liverpool mengantar titel Premier League musim tersebut. (fin/tgr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.