Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%
Memperlambat Penanganan Pasien Darurat

Perubahan Jalur Rumah Sakit Tak Tepat

291
0

TAWANG – Perubahan jalur di wilayah Kota Tasikmalaya yang sedang dalam tahap uji coba dinilai tidak adil untuk pengguna jalan. Khususnya di Jalan Rumah Sakit. Hal ini diutarakan aktivis pemuda Dian Pertama.

Dian menilai kepadatan lalu lintas di Jalan Rumah Sakit diakibatkan banyaknya ken­daraan yang parkir seenaknya dan juga keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Sehingga arus lalu lintas di jalur itu mengalami kendala. “Jalannya kan lebar, jadi masih cukup untuk dua jalur,” tuturnya.

Dia pun merasa heran ketika pemkot melakukan spekulasi pemberlakuan satu arah untuk membuat lalu lintas lancar.  Padahal, ketika badan jalan di depan RSUD dr Soekarjo bisa steril dari PKL dan mobil-mobil yang parkir, lalu lintas akan lancar. “Kenapa bukan menghilangkan akar masalahnya. Kalau begini kan sama saja pemkot mengorbankan rakyat,” jelasnya.

Kebijakan ini, kata Dian, me­nunjukkan lemahnya pem­kot dalam menindak para pe­langgar aturan. Dia khawatir ke de­pan­nya para pengemudi mobil seenaknya parkir di badan jalan dan kembali membuat arus lalu lintas terhambat.

“Kalau nanti tambah banyak, penanganannya pun akan se­makin berat,” terangnya.
Untuk perubahan arus lalu lintas di jalur lain, dia tidak begitu mempermasalahkan.

Karena efeknya lebih kepada bisnis. Beda halnya dengan Jalan Rumah Sakit yang harus mudah diakses dari berbagai titik. “Urusan nyawa itu kan butuh waktu yang cepat. Masa harus diperlambat karena harus memutar jalan,” tuturnya.

Sementara, anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Rachmat Soegandar tidak begitu bermasalah jika warga harus menggunakan jarak yang lebih jauh. Karena menurutnya pemkot sudah melakukan berbagai pertimbangan dalam perubahan tersebut. “Kalau memang harus memutar ya tinggal memutar,” ujarnya.

Pihaknya mendukung kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah kota. Termasuk dalam hal per­ubahan jalur lalu lintas. Na­mun, dia menyarankan supaya ada pengecualian untuk ambulans da­lam pemberlakuan satu arah tersebut. “Ini saran saya, kalau bisa ada pengecualian untuk ambulans,” tutur dia. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.