Penggunaan Satu Lajur untuk Parkir Dianggap Aneh

Perubahan Jalur Terus Dipertanyakan Publik

241
0
TEROBOS VERBODEN. Salah satu pengemudi bentor menerobos Jalan Rumah Sakit yang sudah dipasangi rambu verboden di masa uji coba perubahan jalur lalu lintas Minggu siang (22/4).

TAWANG – Publik terus bereaksi atas perubahan jalur di pusat Kota Tasikmalaya, terutama di Jalan Rumah Sakit. Langkah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya mengurai kemacetan di jalan tersebut tidak efektif. Karena, sebagian badan jalan malah digunakan untuk parkir.

”Makanya saya heran. Sebenarnya tujuan Dishub apa?” ujar Ketua Perkumpulan Otomotif Tasikmalaya (POT) Enan Suherlan kepada Radar, Minggu (22/4).

Penggunaan sebagian badan Jalan Rumah Sakit untuk parkir kendaraan, kata Enan, kurang selaras jika memang untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas. Idealnya, jalan untuk akselerasi kendaraan diperluas. Bukan dipersempit untuk lahan parkir.
”Justru menurut saya kalau memang ingin melancarkan arus ruangnya harus diperluas, bukan dipersempit,” tuturnya.

Di samping itu, efek dari perubahan jalur itu pun dinilai menghambat akses masyarakat untuk ke rumah sakit. Nantinya, dikhawatirkan saat ada masyarakat yang dalam kondisi darurat perlu ke rumah sakit, terhambat karena harus memutar.

”Saya harap ada solusi lain untuk memperlancar arus lalu lintas di Jalan Rumah Sakit yang lebih adil untuk semua masyarakat,” ujarnya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya membolehkan sebagian badan jalan di Jalan Rumah Sakit untuk dipakai area parkir kendaraan. Maka dari itu, diharapkan masyarakat menerima kebijakan tersebut walaupun jalan menjadi sempit.

Kepala Dishub Kota Tasikmalaya H Aay Zaini Dahlan, sebelumnya, mengatakan bahwa badan jalan di Jalan Rumah Sakit memang untuk memfasilitasi parkir kendaraan.

Sehingga, pihaknya tidak akan menertibkan kendaraan-kendaraan yang parkir meskipun memakan badan jalan. “Memang itu untuk parkir kendaraan,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (19/4).

Kebijakan tersebut, terang dia, juga melatarbelakangi Jalan Rumah Sakit dibuat menjadi satu arah. Dengan catatan, pengendara memarkirkan kendaraannya di lajur seberang RS. “Tapi bukan berarti boleh parkir seenaknya. Harus di lajur yang sudah ditentukan,” terangnya.

Sampai hari ke-13 uji coba perubahan jalur lalu lintas, sampai Minggu siang, masih banyak terlihat pengendara mobil maupun sepeda motor yang menerobos verboden di Jalan Rumah Sakit. Padahal, rambu sudah terpasang di persimpangan jalan yang menghubungkan Jalan Rumah Sakit dengan Tentara Pelajar dan Pataruman itu. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.