Perusahaan di Kota Tasik Harus Punya Satgas Covid-19

207
0
DIWAWANCARA. Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf didampingi Sekda H Ivan Dicksan diwawancara wartawan tentang perkembangan Covid-19, Jumat (30/10/2020).

TASIK – Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf meminta setiap perusahaan di Kota Tasikmalaya membentuk Satgas Covid-19. Satgas itu untuk mempermudah tim Gugus Tugas melaksanakan pengecekan.

“Itu sudah kami imbau bahkan sudah mengirimkan surat,” kata H M Yusuf didampingi Sekda Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan kepada Jumat (30/10/2020).

Menurut Yusuf, saat ini jam pembatasan operasional sudah dicabut. Bahkan sudah kembali ke semula yakni pukul 23.00. Namun hal itu jangan sampai membuat para pelaku usaha abai terhadap protokol kesehatan.

“Khususnya tetap menjalankan protokol kesehatan yakni tetap menjalankan 3M (mencuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak, Red),” ungkap dia.

Baca juga : Stang Motor Senggol Bus, Istri Warga Cisayong Tasik Meninggal, Suami dan Anak Selamat

Saat ini kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah melandai. “Kondisi itu harus dijaga oleh semua pihak dengan tetap tidak abai terhadap protokol kesehatan,” ujar di mengimbau.

Yusuf menjelaskan, perlu diketahui oleh masyarakat untuk sanksi bagi masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan tetap ada.

“Jangan lupa sanksi sosial dan denda itu tetap ada agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan khususnya tetap menggunakan masker saat berada di luar rumah,” jelas dia.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, saat ini terus melakukan persiapan untuk antisipasi adanya kluster liburan panjang saat ini. Pasalnya gelombang ini yang saat ini paling di khawatirkan.

“Persiapan terus kami laksanakan. Mudah-mudahan kluster ini tidak,” ujar dia berharap.

Wapadai Penularan Liburan
Cuti libur bersama berpotensi meningkatkan kerawanan penularan Covid-19 di Kota Tasikmalaya menjadi lebih meningkat. Cuti bersama yang berlaku sejak Rabu (28/10) ini bisa menjadi waktu bagi warga untuk merelaksasi diri.

Sudah menjadi tradisi, libur panjang identik dengan berlibur dan meningkatkan mobilitas warga di banding hari-hari biasa.

Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat yang khawatir terjadi lonjakan kasus pasca libur panjang.

Karena kerumunan-kerumunan warga bisa lebih banyak terjadi. “Bisa itu di tempat wisata atau di tempat-tempat tertentu lainnya,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (29/10).

Pihaknya berencana melakukan rapid test ke kawasan-kawasan yang dianggap rawan. Namun hal itu tidak bisa dilakukan begitu saja karena banyak yang perlu dipertimbangkan. “Baru rencana, belum ada keputusan jadi atau tidaknya,” katanya.

Pasalnya, dr Uus menyadari Satgas bukan hanya fokus dalam persoalan kesehatan saja. Sehingga langkah yang dilakukan perlu perencanaan dan persiapan yang benar-benar matang.

“Karena sekarang kan ada dua penanganan, kesehatan dan pemulihan ekonomi,” terangnya.

Jika memang tidak memungkinkan, dr Uus meminta kepada para pengelola tempat untuk menerapkan protokol kesehatan secara maksimal. Bukan hanya pariwisata, tapi juga kawasan perdagangan dan tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian lainnya.

“Masing-masing pengelola kan sekarang rata-rata sudah punya satgas sendiri, kita harap itu digerakkan secara maksimal,” tuturnya.

Masyarakat yang bepergian ke luar pun diminta untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini demi meminimalisir potensi penularan Covid-19. “Setidaknya pakai masker, 80% tergolong aman,” katanya.

Setidaknya, tidak ada lonjakan pasien positif pasca libur panjang selesai. Karena saat ini peningkatan kasus di Kota Tasikmalaya sudah mulai lebih bisa ditekan.

“Sekarang pun penambahan hanya beberapa orang, masih cukup terkendali,” ujarnya.

Dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, sampai Kamis pagi tercatat ada 416 kasus positif. Ada penambahan dua pasien baru, namun di sisi lain ada 22 orang yang dinyatakan sembuh.

Ada pun pasien yang masih aktif tercatat ada 112 orang dan menjalani proses karantina. Sebagian besar pasien pun tergolong tanpa gejala. (ujg/rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.