Perut Buncit Tingkatkan Risiko Demensia

125
0

JAKARTA – Perut buncit menjadi pertanda berat badan berlebih yang selalu dikaitkan dengan berbagai penyakit. Salah satunya bisa memicu demensia atau kepikunan.

Dokter Spesialis Saraf dr Abdul Muis SpS(K) menuturkan, kegemukan memicu peradangan di seluruh organ tubuh termasuk di otak.

Jaringan lemak yang terbentuk di perut menghasilkan bahan kimia yang menyebabkan inflamasi, sehingga timbul peradangan di otak. Pada akhirnya membuat kematian di sel otak dan mengakibatkan kepikunan.

Sel-sel otak yang mati secara pelan-pelan ini juga terlihat dari pengecilan yang terjadi pada otak. Makin mengecil otak, maka akan makin pikun seseorang. Semakin dini seseorang mengalami kegemukan, maka semakin rentan mengalami kepikunan.

Pada area pembuluh darah, jaringan lemak yang menempel di pembuluh darah menyebabkan peradangan yang memunculkan stres oksidatif yang menimbulkan penyempitan pembuluh darah. Mengakibatkan penyakit jantung koroner dan pembuluh darah otak menyempit akhirnya terjadi strok.

“Ini namanya demensia vaskular. Bagaimana pun diobati pasti tidak akan sama dengan kondisi normal sebelumnya. Apalagi jika sudah kena dua tiga kali, maka kepikunan itu makin parah,” ujarnya.

Apalagi bila kegemukan tersebut juga menye­babkan diabetes mellitus yang akan memperparah kepikunan karena insulin dalam otak berkurang. Membuat metabolisme otak tidak berjalan dengan baik lalu sel-sel otak pun mati.

Dokyer Spesialis Saraf Rumah Sakit Unhas dr Muhammad Iqbal Basri MKes SpS menambahkan, seseorang dengan kondisi lingkar perut besar dianggap kurang sehat pada fungsi tubuhnya. Seperti adanya kolesterol yang meningkat, suplai darah ke beberapa bagian tubuh terganggu termasuk ke otak. Akibatnya gangguan fungsi kognitif dan motorik.

Apalagi bila otak tak pernah dilatih dengan baik, maka akan terjadi atrofi otak atau pengecilan pada otak yang menyebabkan demensia.

“Otak sama dengan otot, kalau dilatih makin besar, jika tidak akan mengecil. Orang-orang yang lanjut usia aktivitasnya berkurang maka fungsi kognitifnya berkurang dan akan terjadi atrofi itu,” terangnya. (fajar)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.