Perwaskim Kota Tasik Tak Punya Data untuk Remajakan Pohon di Bahu Jalan

109
0
WASPADA. Pengguna jalan melintas di Jalan Dadaha yang merupakan salah satu areal dengan pepohonan di pinggirnya, Minggu (6/12). Dinas terkait mengaku tidak memiliki data pohon yang perlu peremajaan. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

TAWANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perwaskim) Kota Tasikmalaya belum mampu menjanjikan peremajaan pepohonan di bahu jalan. Hal ini, karena pihaknya tidak mengantongi data pohon yang perlu diremajakan atau diganti.

Kepala Bidang Pertamanan dan Makam Dinas Perwaskim, Heru Susanto menyebut pihaknya belum bisa melakukan peremajaan. Pasalnya, upaya tersebut harus didasari data yang valid dari tim ahli.

“Jadi untuk peremajaan kita belum bisa,” ujarnya kepada Radar, Minggu (6/12).

Tahun 2020 ini, pihaknya sempat memiliki program untuk pendataan pepohonan di bahu jalan.

Namun dibatalkan karena refocusing anggaran efek dari pandemi Covid-19. “Mau bagaimana lagi, enggak jadi pendataan pohon,” terangnya.

Loading...

Baca juga : Para Ketua Cabor dan Pengurus KONI Kota Tasik Samakan Persepsi

Adapun upaya Perwaskim dalam menyikapi potensi pohon roboh, hanya sebatas pemeliharaan. Yakni dengan memangkas pohon-pohon yang secara fisik rawan roboh. “Itu pun hanya dilakukan empat orang yang keliling setiap hari,” ujarnya.

Pengamatan pohon yang dipangkas pun cenderung alakadarnya, dengan melihat kondisi fisik pohon. Bukan dengan tim ahli mengingat anggaran yang terbatas. “Yang kira-kira rawan kita pangkas, seperti di wilayah Dadaha, BKR, Laswi kemarin kita pangkas,” tuturnya.

Dalam kondisi normal, menurutnya upaya pemangkasan cukup efektif mencegah adanya pohon tumbang. Namun ketika dihadapkan dengan cuaca ekstrem, dia tidak bisa menjamin pohon akan roboh.

“Ya kalau karena bencana alam siapa yang bisa jamin,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Heru, Perwaskim juga tidak fokus hanya mengurusi pohon saja. Berbagai fasilitas yang dia kelola pun perlu pemeliharaan secara bertahap.

“Seperti air mancur juga kita lakukan pemeliharaan, tapi prosesnya bertahap,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar menyebutkan peremajaan pohon di Kota Tasikmalaya perlu dilakukan. Hal ini, agar meminimalisir potensi bencana alam di masa cuaca ekstrem.

BPBD sendiri cukup sering menangani pohon tumbang atau dahan pohon yang patah. Risikonya, selain menimpa pengguna jalan yang melintas, pohon tumbang juga bisa merusak rumah dan fasilitas lainnya. “Dan banyak pohon di Kota Tasik yang perlu peremajaan,” imbuhnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.