Pesan Anti Hoaks Menggema di GBK

18
0
MUSLIMAT NU FOR FIN SEMANGAT HADIR. Ratusan ribu Muslimat NU berkumpul di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta untuk memperingati harlah ke-73 Muslimat NU, Minggu (27/1).

JAKARTA – Diwarnai hujan sejak dini hari (27/1) tak menyurutkan semangat ribuan perempuan berseragam hijau tetap kukuh melaksanakan hajatnya di stadion terbesar Indonesia, Gelora Bung Karno (GBK). Mereka berkumpul memperingati 73 tahun lahirnya organisasi Muslimat NU.

Hoaks menjadi salah satu fokus utama dalam peringatan bertajuk Khidmah Muslimat NU, Jaga Aswaja, Teguhkan Bangsa itu. ribuan muslimat mendeklarasikan penolakan terhadap hoaks, ujaran kebencian, fitnah dan ghibah.

Ya, sejak Sabtu (26/1), para jamaah dari penjuru Indonesia sudah tiba di kompleks GBK. Ada yang menggunakan pesawat. Lainnya menggunakan transportasi laut. Tidak ketinggalan para ibu yang menggunakan jasa kereta api. Juga mereka yang dibawa oleh ratusan bus belasan jam melewati jalur darat.

Rangkaian kegiatan tidak hanya salat bersama. Usai salah subuh berjamaah, para ibu yang tak lagi muda itu serentak membaca Alquran. Dengan tajuk 1.000 khataman Alquran, setiap jamaah membaca bagiannya masing-masing sehingga bisa khatam lebih cepat. Dilanjutkan dengan pemecahan rekor 999 tarian sufi. “Hoaks no, fitnah no, ghibah, no!” seru Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Dia meminta agar seruan itu juga diikuti dan diimplementasikan oleh seluruh kader Muslimat hingga level anak ranting. Muslimat akan menjadi bagian yang ikut mengajak seluruh elemen bangsa membangun pikiran yang positif.

Dia menjelaskan Muslimat NU memiliki lebih dari 59.600 majelis taklim. Hampir setiap hari selalu ada ada kajian keagamaan. “Ada ustadah, mubaligah, pendakwah, itu yang akan menyampaikan (pesan anti hoaks, Red),”lanjutnya.

“Rasulullah mengajak kita agar jangan ghibah, jangan bergunjing,” tuturnya memberi contoh. Teks-teks dalam Alquran dan hadis cukup kuat dalam memberi penjelasan. Keterangannya akan dipadukan dengan referensi dari UU ITE. Khususnya mengenai hoaks dan ujaran kebencian. Targetnya, minimal lingkungan keluarga para jamaah Muslimat bisa dibentengi dari hoaks dan ujaran kebencian.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan potensi perpecahan dalam pemilu. Sesama tetangga tidak saling sapa gara-gara beda pilihan di pilkada. “Di dalam majelis taklim yang sama tidak saling omong gara-gara pilihan presiden,” ujar Presiden.

Karena itu, dia meminta para Muslimat untuk lebih mampu mengendalikan diri. Dengan tidak mencela, saling menghina, termasuk tidak ikut menebar hoaks hanya karena perbedaan. “Sudah menjadi Sunnatullah bahwa kita berbeda-beda,” lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu. maka, kuncinya adalah menjaga ukhuwah. Baik ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah. (lan/fin/ful)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.