Pesantren Tangkal Budaya Negatif dari Luar

54

CIAMIS – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memberikan dukungan untuk kegiatan keagamaan yang diberikan untuk kegiatan Pekan Pesona Pesantren di Jawa Barat.

Diketahui event tersebut dibuka 7 Maret lalu dan berakhir 17 Maret kemarin, dipusatkan acaranya di Pesantren Sirnarasa Cisirri Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.

Dijelaskan Kabid Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan kegiatan Pekan Pesona Pesantren memiliki nilai-nilai yang sangat positif dan dapat diterapkan kepada generasi muda.

Dimana, kemajuan teknologi sering membuat generasi muda melakukan hal-hal yang tidak benar. Untuk itu, dibutuhkan sebuah kegiatan yang bisa menjadi wadah atau melawan hal negatif tersebut.

“Tentunya, Pekan Pesona Pesantren adalah salah satunya, bahkan banyak kegiatan positif yang bisa dipelajari dari kegiatan ini,” papar Wawan Gunawan Senin (18/3) siang.

Diterangkan Wawan, kegiatan dalam Pekan Pesona Pesantren sangat banyak dan beragam. Serta terbagi dalam beberapa kriteria. Untuk bidang keagamaan, ada lomba Musabaqoh QiroatuI Kutub, Pidato, Sholawat (Hadroh/Marawis), Tahfidz Juz’Amma, Lomba Cerdas Cermat, dan Tilawah Al Quran. Di kategori olahraga, ada lomba catur dan bulutangkis.

Di bidang permainan, penyelenggara menghadirkan lomba Eat Bulaga Al-Miftah, Teka-teki Hadits, Balap Karung MotoGP, dan Tarik Tambang. Ada juga penampilan kreasi seni seperti Cup Song, Acapela, Kabaret, Marawis, Tari Saman, Tek-tek, Perkusi, dan Puisi Berantai. “Kegiatanya dan atusiasnya juga sangat luar biasa,” tuturnya.

Ditambahkan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Ir Rizky Handayani, keberadaan pesantren sangat penting. Khususnya untuk menangkal hal-hal negatif pertukaran budaya, dimana pesantren bisa menjadi penangkal masuknya budaya asing yang negatif. Karena, dengan majunya teknologi, pertukaran budaya menjadi hal yang sangat biasa.

” Kita khawatirkan adalah hal-hal negatif juga ikut terbawa dalam pertukaran itu. Kita meyakini pesantren bisa menjadi ujung tombak untuk menangkal semua hal negatif tersebut,” papar Rizky yang juga hadir di Manaqib Kubro, yang merupakan Puncak Acara Pekan Pesona Pesantren Minggu ( 17/3) pagi .

Ditambahkan Pimpinan Ponpes Sirnarasa, Dadang Mulyawan, Manaqib Kubro ini merupakan pengajian rutin bulanan setiap tanggal 10 di bulan hijriah.

Lebih dari 10 ribu ikhwan Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya hadir dari berbagai daerah di tanah air seperti Medan, Lampung, Palembang, Sumatra, Jakarta dan lainnya. Bahkan ikhwan asal Malaysia pun turut hadir menyaksikan kemeriahan Pekan Pesona Pesantren yang didukung Kemenpar RI.

“Alhamdulillah di pekan pesona pesantren ada kegiatan sekitar 10 hari, puncaknya ini Manaqiban bisa dilihat antusiasme masyarakat mereka datang berbondong-bondong ingin memperoleh keberkahan menumbuhkan kesadaran vertikal iman menjadi kuat ketakwaannya lebih hebat dan bisa bertemu dengan saudara saudara dari berbagai daerah,” terangnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Anton Sukartono, bahwa ditengah suhu politik yang memanas jelang Pemilu 2019, Acara Manaqib Kubro ini bisa penyejuk hati dalam menerima siraman rohani dari Sesepuh Pesantren Sirnarasa Syech Muhammad Abdul Gaos atau Abah Aos bersama sejumlah Wakil Talqin TQN Suryalaya.

“Alhamdulillah yang saya rasakan disini mengingat Allah, jadi saat ini pilihan copas capres mungkin masyarakat tercabik cabik dengan adanya ini silaturahmi kembali merajut kebangsaan bahwa kita mengingatkan bahwa kita akan kembali kepada Allah,” ujar Politisi Demokrat tersebut.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya berharap Pesantren Sirnarasa bisa terus mencetak tokoh-tokoh nasional yang memiliki akhlak baik. “ Lewat Pekan Pesona Pesantren, kita berharap bisa mencetak generasi muda yang handal. Yang tidak mudah termakan atau menyebarkan hoax,” tandasnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar RI, Ir Rizky Handayani turut hadir dalam Manaqib Kubro yang merupakan Puncak Acara “Pekan Pesona Pesantren” Minggu (17/03) pagi.

Ia menilai keberadaan pesantren sangat penting. Khususnya untuk menangkal hal-hal negatif pertukaran budaya. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.