Peserta VAKSINASI di Kota Tasik Masih DICARI

80
0
SIMULASI. Warga mengikuti simulasi penerapan vaksin hang diselenggarakan Dinkes beberapa waktu lalu rangga jatnika / radar tasikmalaya
Loading...

BUNGURSARI – Prioritas pertama penerima vaksin di Kota Tasikmalaya yakni para tenaga kesehatan (nakes). Namun demikian Dinas Kesehatan belum mengantongi data detail identitas mereka.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan undangan vaksinasi dilakukan tanpa melalui dinas kesehatan. Sehingga pihaknya perlu menelusuri siapa saja nakes yang akan divaksin.

“Sudah ada yang terima SMS, tapi kita belum cek berapa Nakes yang menerima SMS-nya,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (10/1).

Pihaknya sudah meminta para tenaga kesehatan yang mendapat undangan untuk melapor. Supaya pada teknisnya nanti, pihaknya bisa mendistribusikan vaksin tersebut dengan tepat.

“Misal di Puskesma A ada berapa orang, ya kita distribusikan sesuai jumlahnya, terangnya.

Loading...

Baca juga : Sehari, 115 Warga Kota Tasik Positif Covid-19 dari Kluster Kantor & Keluarga

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengajukan 5.906 vaksin untuk tahap pertama. Hal iu menyesuaikan dengan jumlah nakes yang ada di Kota Tasikmalaya.

Dari pengajuan itu, dr Uus mendapat informasi pihaknya mrndapat kuota sebanyak 2.953. Akan tetapi dia belum bisa memastikan data tersebut sesuai dengan penerima undangan SMS.

“Makanya kita perlu telusuri dulu berapa yang dapat SMS,” katanya.

Sejauh ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Provinsi Jabar dan Kementrian Kesehatan. Karena posisi vaksin sendiri belum datang ke Kota Tasikmalaya.

“Kalau tempat penyimpanan kita siapkan di gudang farmasi kita, kalau memang akan disimpan di kita,” tuturnya.

Pihaknya pun sudah mulai mempersiapkan teknis vaksinasi dengan simulasi beberapa hari lalu. Supaya para tenaga kesehatan yang dilibatkan bisa memahami situasinya. “Tapi sampai saat ini kami juga belum bisa memastikan kapan pelaksanaan,” tuturnya.

Dinas Kesehatan meminta masyarakat bisa mempercayakan vaksinasi ini kepada pemerintah. Tidak perlu mendengarkan isu-isu yang negatif terkait yang tidak jelas sumbernya.

“Karena pembuatan vaksin ini tentu melalui proses pengujian yang ketat, bahkan distribusinya pun tidak sembarangan,” katanya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.