Pesisir Selatan Diwaspadai, TNI Siapkan Personel untuk Antisipasi Bencana

54
0
KOMPAK. Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Bupati Garut H Rudy Gunawan diarak menggunakan dodombaan. Memasuki musim hujan, TNI bersiap mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana. yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Kodam III/Siliwangi terus berupaya mengantisipasi kemungkinan bencana alam di wilayah Jawa Barat ketika memasuki musim penghujan. Saat ini, yang paling diwaspadai TNI yakni wilayah pesisir pantai selatan. Di pantai selatan, selain banjir dan longsor, juga tsunami.

“Saat ini kami sudah siapkan personelnya untuk membantu jika terjadi bencana alam,” ujar Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto kepada wartawan usai acara Bakti Sosial Hari Juang TNI di Alun-Alun Garut Kecamatan Garut Kota Rabu (11/12).

Salah satu kesiapan dalam mengantisipasi terjadi bencana alam yakni pada 18 Desember 2019 pihaknya akan menggelar apel kekuatan. “Bulan Desember intensitas hujan sudah mulai tinggi. Dari pagi sampai sore hujan. Harus siap-siap,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat di Jawa Barat selalu waspada terhadap bencana banjir, tsunami, longsor dan lain sebagainya. Warga di pantai selatan harus berhati-hati karena bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. “Seperti akhir tahun lalu terjadi tsunami di Serang dan Pandeglang. Bukan hanya TNI, Polri dan pemerintah yang waspada. Tapi semua masyarakat ikut waspada. Jangan diterima jika ada berita tidak benar,” katanya.

Dandim 0611 Garut Letkol Inf Erwin Agung telah menyampaikan ke bupati Garut untuk mewaspadai longsor di sejumlah daerah. Antisipasi dilakukan setelah berkaca dari beberapa kejadian tahun lalu. “Saya sudah kumpulkan semua Danramil di Makodim. Saya minta mereka untuk peka terhadap situasi. Khususnya agar quick respon saat terjadi bencana,” ujar Erwin.


Erwin menyebut anggota TNI harus bergerak cepat saat terjadi bencana. Jangan hanya mendengar informasi namun tak berbuat apa-apa. “Kita harus tahu siapa berbuat apa. Kalau ada korban bisa segera ditangani,” katanya.

Pihaknya pun sudah menggelar latihan untuk menghadapi bencana di Makorem 062 Tarumanagara. Latihan diikuti dari BPBD, Tagana dan Polri. “Person to person tahu harus berbuat apa. Tidak saling andalkan saat ada bencana. Semuanya punya tanggung jawab yang sama,” ujarnya.

Terkait daerah rawan bencana di Garut, Erwin mengaku tak bisa memastikannya. Ia menilai potensi kerawanan hampir sama di semua wilayah. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.