Pesta Pernikahan Tutup Jalan Raya, Begini Keluhan Pengguna Jalan Raya

38

CIREBON – Usai lebaran Idul Fitri atau tepatnya bulan Syawal identikkan dengan bulan pernikahan.

Setiap pelosok di Kabupaten Cirebon banyak janur kuning yang melengkung sebagai tanda dan petunjuk arah bahwa ada yang sedang melangsungkan pernikahan. Selain itu identik juga dengan berdirinya tenda-tenda hajatan pernikahan.

Namun, tidak yang dirasakan Agus (30) pengguna jalan raya, ia mengeluhkan tentang adanya tenda pernikahan yang berdiri di tengah-tengah jalan dan pastinya sudah menggangu pengguna jalan raya.

“Saya mau ke Plered. Mau lewat jalur Gombang ditutup oleh tenda hajatan. Akhirnya harus melintasi jalan Kisabalanang. Namun lagi-lagi di tengah jalur sebelum pasar Bode di tutup lagi oleh tenda hajatan yang melintang,” katanya kepada pojokjabar, Minggu (16/6/2019).

Ia pun kesal atas penutupan jalan yang se-enaknya. Padahal itu adalah jalur untuk kepentingan umum bukan kepentingan golongan ataupun pribadi. “Jalanannya kayak milik nenek moyangnya sendiri saja. Mempersulit semuanya,” ketusnya.

Pantauan pojokjabar dilapangan, dengan adanya jalur yang di tutup, para pengendara sepeda motor maupun mobil harus mencari jalur alternatif. (gfr/pojokjabar)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.