PESTANYA PARA RAKSASA

22
0
Joachim Loew

MAINZ – Kualifikasi Piala Eropa 2020, Rabu, 12 Juni kemarin menjadi ajang pesta para raksasa Eropa. Jerman, Prancis, hingga Belgia menghajar lawan-lawan mereka dengan skor mencolok.

Tanpa didampingi pelatihnya, Joachim Loew, Der Panzer yang tampil di Mainz menggilas Estonia delapan gol tanpa balas. Marco Reus dan Serge Gnabry sama-sama mempersembahkan dua gol. Sedangkan empat gol lainnya disumbang Leon Goretzka, Ilkay Guendogan, Timo Werner serta Leroy Sane.

Dengan kemenangan ini, Die Mannschaft kini berada di urutan kedua Grup C, di belakang pemimpin klasemen Irlandia Utara yang sudah memainkan satu laga lebih banyak. Sedangkan dengan Belanda yang diprediksi menjadi rival utama Jerman, anak asuh Loew unggul enam poin.

“Tidak mungkin lebih baik. Antusiasme tim, yang juga kami tuntut, sangat menentukan. Kami juga ingin menginspirasi para penggemar,” kata Asisten Pelatih, Marcus Sorg pada konferensi pers, yang dikutip situs resmi DFB.

“Prestasi seperti itu hanya mungkin jika tim bekerja sama dengan baik dan semua orang terlibat. Anda harus memuji tim, yang meskipun musim panjang dan istirahat panjang 10 hari telah memberikan segalanya kecepatan penuh,” sambungnya.

Di Grup H, juara dunia, Prancis yang di matchday sebelumnya takluk di Turki, kali ini melibas Andorra dengan skor 4-0 lewat gol Kylian Mbappe, Wissam Ben Yedder, Florian Thauvin dan Kurt Zouma. Hasil ini mengembalikan Les Bleus ke puncak klasemen setelah pada laga lain Turki takluk di Islandia.

“Tim bereaksi dengan baik. Kami melakukan pertandingan yang buruk Sabtu lalu (melawan Turki). Para pemain menunjukkan banyak perbaikan. Saya membuat banyak perubahan,” kata Pelatih Prancis, Didier Deschamps dikutip dari Sportsmole.

Bermain di depan publik sendiri, Belgia tanpa masalah berarti membekap Skotlandia tiga gol tanpa balas untuk meneruskan torehan sempurna mereka di Grup I. Romelu Lukaku kembali menjadi aktor utama kemenangan Setan Merah lewat dua golnya. Satu gol lainnya dicetak playmaker Manchester City, Kevin De Bruyne.

“Saya menghargai cinta yang ditunjukkan oleh para penggemar terhadap tim nasional ini dan Romelu khususnya. Dia adalah anak laki-laki yang telah sangat sukses tiga musim terakhir ini. Dia menciptakan banyak peluang dan gol,” ujar pelatih Roberto Martinez di Goal.

Sempat tertinggal lewat gol Edin Dzeko di babak pertama, Italia juga bisa berpesta kembali di Allianz Stadium setelah Lorenzo Insigne dan Marco Verratti berhasil mencetak gol indah untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1. Meski harus bersusah payah Allenatore Italia, Roberto Mancini sudah sangat puas dengan kemenangan beruntun keempat yang mengamankan posisi Gli Azzurri di puncak tabel klasemen Grup J.

“Semua pertandingan itu sulit, terutama di akhir musim. Bosnia penuh dengan pemain yang berbakat secara teknis. Mungkin kami agak tegang di babak pertama. Tidak mudah untuk mengubah permainan seperti ini dan kami menghadapi beberapa risiko serangan balik,” tegas Mancini di Rai Sport.

Pertandingan kemarin menjadi penutup Kualifikasi Piala Dunia 2020 musim 2018/2019 ini. Matchday berikutnya akan berlangsung pada September mendatang. Italia akan menghadapi Armenia. Sementara Jerman, Prancis, serta Belgia akan ditantang Belanda, Albania dan San Marino.(amr/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.