Petani di Banjarsari Ciamis Pasrah Tanamannya Disapu Banjir

80
0
HANYUT. Ratusan pohon pepaya california di bantaran Sungai Ciputrahaji roboh dan hanyut diterjang banjir Selasa (27/10) dini hari. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
HANYUT. Ratusan pohon pepaya california di bantaran Sungai Ciputrahaji roboh dan hanyut diterjang banjir Selasa (27/10) dini hari. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Bencana alam yang menerjang wilayah Banjarsari dan sekitarnya, Selasa (27/10) dini hari, tidak hanya mengakibatkan rumah terendam banjir dan longsor. Petani pepaya di bantaran Sungai Ciputrahaji juga terkena imbas.

Eded Supriadi (50), petani pepaya warga Dusun Sukamulya Desa Sukasari Kecamatan Banjarsari mengaku sekitar 700 dari total 2.000 pohon pepaya jenis california yang ditanam roboh dan rusak.

“Tanam pohon pepayanya tidak hanya di satu titik saja, tapi tiga titik. Di dekat rumah ada 200 pohon, daerah Sindanglaya 300 pohon dan daerah Entrong Desa Cigayam perkiraan 200 pohon lebih,” ujar dia Kamis (29/10).

Baca juga : Tagana Ciamis Buka Dapur Umum, BPBD Data Korban Banjir di Banjarsari

Menurut dia, saat itu air sungai meluap, sehingga menghanyutkan pohon pepaya dan pohon lainnya di sepanjang Sungai Ciputrahaji. “Sekarang lagi musim panen. Satu pohonnya saat dipanen bisa sekitar 6 kilogram dan sekarang harganya jatuh hanya Rp 2.200 per kilonya,” tandasnya.

Dia belum bisa menaksir berapa kerugian dampak bencana banjir yang merusak ratusan dan menghanyutkan pohon pepaya miliknya. “Sekarang ini mau ke kebon yang lain mau dicek pohonnya pada roboh semua atau tidak. Ya ini kan risiko menanam pohon di pinggir sungai, pasrah,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.