Petani di Ciamis Kesulitan Dapat Pupuk Phonska

125
0
Loading...

CIAMIS – Para petani di Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis mengaku kesulitan mendapatkan pupuk Phonska di pasaran. Bahkan kondisi tersebut sudah berlangsung tiga bulan.

Ketua Gapoktan Layangsari Desa Sukasari Kecamatan Tambaksari Hadis Dede Sudrajat menjelaskan di Kecamatan Tambaksari, para petani kesulitan mendapatkan pupuk Ponska. Sedangkan untuk pupuk urea banyak.

“Tapi kan haru lebih diutamakan kan pukuk Phonska bukan urea, kalau pemupukan pakai Phonska kurang buah dan pohon padi atau tanaman lain akan jelek,” kata Hadis, Rabu siang (9/12).

Pihaknya mengaku bingung karena saat mau bercocok tanam, pupuk Phonska sulit didapatkan.

Hadis menyayangkan sulitnya para petani mendapatkan pupuk Phonska. Sementara tanaman padi masyarakat memerlukan pupuk Phonska.

Loading...

“Kalau pupuk Phonska tidak ada sampai akhir Desember, tanaman petani akan banyak yang gagal tanam atau tidak maksimal hasilnya,” ujarnya.

Radar mencoba menghubungi Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis. Telepon dan pesan yang dikirim, tidak mendapatkan respons dari kepala dinas dan Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Ma’mun.

Radar lalu menghubungi Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Dedi Bahrudin. Dia menjelaskan bahwa memang pupuk Phonska itu di beberapa kecamatan ada dan di kecamatan lain kuota di kecamatan lainnya sudah habis.

Baca juga : Pelayanan RSUD Ciamis Dibuka Lagi

Menurut sepengetahuannya bahwa kuota subsidi pupuk Phonska untuk tahun 2020 sudah mau habis. “Jadi ada pengadaan lagi per satu Januari 2021 serta mulai kuota baru,” ujar dia memaparkan.

Informasi yang diterimanya, kata Dedi, soal kebijakan pupuk bersubsidi merupakan kebijakan nasional. Jadi, daerah hanya diberikan kuota pupuk berdasarkan dari pemerintah pusat.

“Oleh kita sudah didistribusikan untuk kebutuhan satu tahun, karena kebutuhan petani yang menanam lebih dari dua kali serta tanaman yang lain juga membutuhkan pupuk Phonska , padahal dalam awalnya itu tidak termasuk seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini memang di pasaran ada pupuk Phonska non subsidi. Namun harganya lebih mahal ketimbang yang subsidi. “Minimal pemupukannya jangan full dosis saja. Agak dikurangi,” ujarnya.

Per Januari 2021, kata dia, kuota pupuk bersubsidi normal kembali untuk satu tahun. Dengan begitu, nanti petani bisa menambahkan pupuk susulan yang kedua ke tanamannya.

“Jadi untuk sementara untuk mengurangi kekurangan pupuk, petani bisa menggunakan dulu sebagian pupuk non subsidi, mudah-mudahan di awal tahun 2021 pemupukan kedua ada pemupukan secara normal,” ujarnya menyarankan. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.