Petani Kembalikan Kejayaan Perikanan Tawar Asli Garut

294
0
BERI PAKAN. Lukman Hakim, salah satu petani ikan memberikan pakan ikan di kolamnya di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler kemarin. Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KALER – Para petani ikan air tawar di Kabupaten Garut mulai menggeliatkan kembali sentra perikanan air tawar. Saat ini pamornya mulai meredup karena terkikis produksi ikan tawar dari daerah lain, seperti Cirata dan Subang.

“Kita ingin mengembalikan kejayaan perikanan tawar di Garut. Jadi kita sekarang fokus mengembangkan benih ikan air tawan asli Garut lagi,” ujar Lukman Hakim, salah satu petani ikan di Desa Jati Kecamatan Tarogong Kaler kepada wartawan Kamis (19/3).

Baca juga : Satu PDP Corona di Garut Jalani Observasi

Menurut dia, meredupnya sentra ikan air tawar karena para pedagang maupun petani ikan di Garut banyak mengambil bibit ikan dari Cirata dan Subang. Sehingga ikan air tawar khas Garut seperti ikan mas, mujaer dan yang lainnya tidak berkembang. “Sekarang kami kembangkan sendiri dan sudah punya bibit asli dari Garut,” ujarnya.

Pengembangan bibit ikan asli Garut sudah dilakukan dari tahun 2013. Dirinya mulai berupaya membangkitkan kembali perikanan di Desa Jati. Ikan mas, nilem, nila, dan bawal dipanen secara bergantian.

Lukman juga menggunakan sisa makanan restoran sebagai pengganti pakan. Selain mengurangi biaya pakan, sisa makanan itu juga lebih mudah didapat.

Penggunaan pakan organik, tambahnya, juga membuat rasa ikan lebih gurih dibanding pakan anorganik. Namun untuk panen dengan pakan organik, membutuhkan waktu selama empat bulan. Sedangkan pakan biasa, hanya butuh 2,5 bulan.

“Ada pakan organik juga yakni tanaman azolla. Di sini airnya mengalir deras dari Gunung Guntur. Jadi sangat cocok jadi sentra perikanan. Musim kemarau pun, airnya masih bagus,” katanya.

Menurut dia, setiap kali panen, satu kolam miliknya bisa menghasilkan empat ton. Hasilnya masih dijual untuk wilayah Garut. “Belum saya jual keluar. Kami inginnya memenuhi pasokan di Garut dulu. Biar konsumsi ikan di Garut bisa lebih tinggi. Bantu pasokan pangan juga,” ucapnya.

Per kilogram, ikan produksinya dijual mulai dari Rp 18 ribu sampai Rp 22 ribu. Ia menyebut potensi perikanan di Garut masih sangat besar dengan luas lahan 26 ribu hektare. Namun jumlah produksinya masih sangat terbatas. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.