Petani Kota Tasikmalaya Belum Siap Mengaplikasikan Teknologi Pangan

117
0

KAWALU – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Tasikmalaya, Munir Setiawan mengakui, perkembangan teknologi pangan untik meningkatkan produktivitas produksi petani saat ini tengah berkembang pesat.

Walaupun demikian, dia memastikan, teknologi pangan itu ketika diaplikasikan oleh para petani binaannya di Kota Tasikmalaya belum mampu menerapkannya karena kondisi kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) petaninya.

“Petani kita memang belum siap menerapkan itu (teknologi pangan, Red). Karena memang SDM-nya,” tegas Munir kepada RadarTasikmalaya.com, Rabu (19/6).

Terang Munir, inovasi teknologi pertanian itu memang perlu diterapkan karena memang membantu peningkatan produktivitas pangan. “Karena secara pembinaan dari pihak dinas terkait sudah optimal. Dan alat-alat penunjang teknologinya di kita juga sudah siap,” terangnya.

Dia menegaskan, hal ini terjadi di Kota Tasikmalaya karena semata-mata murni dari belum siapnya para petani sendiri mengaplikasikan teknologi pangan tersebut. “Benar-benar petani kitanya yang belum siap,” tambahnya.

Jelas dia, pihak dinas telah sering mengedukasi para petani tentang teknologi pangan ini. Tetapi kembali lagi, SDM petani yang belum siap menyerap teknologi itu.

“Contohnya teknologi Jajar Legowo di lahan kosong bisa. Hasil produksinya bagus dan meningkat. Biaya juga lebih murah. Hanya karena belum terbiasa jadi petani kita menanam padinya selalu kembali ke pola lama,” jelasnya. (rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.