Petani Mengeluh Kekurangan Air

263
0
NANA Suryana / radar tasikmalaya EXPO PERTANIAN. Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari (kanan) menghadiri Expo Pertanian yang digelar Kelompok Tani Harapan Mukti Desa Karangbenda, Jumat (5/1)

PARIGI – Petani di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi mengeluh kesulitan air untuk irigasi. Berkurangnya air irigasi tersebut diakibatkan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di hulu sungai Blok Pasirkiara, Karangbenda.
Keluhan para petani tersebut disampaikan kepada Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari saat menghadiri Expo Pertanian yang digelar Kelompok Tani Harapan Mukti Desa Karangbenda, Jumat (5/1). “Ada 30 hektare sawah yang dikelola 60 petani. Saat ini kesulitan air karena irigasi tidak lancar,” tutur Maman Suherman (54), salah seorang petani.
Dirinya berharap pemerintah daerah turun tangan untuk membantu persoalan petani. “Walaupun sawahnya hanya seluas 30 hektare tapi sawah di sini juga memberikan kontribusi dalam menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.
Menurut dia, hasil panen di Blok Pasirkiara, setiap satu hektare sawah bisa menghasilkan gabah lebih kurang tujuh ton.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari mengatakan pembangunan infrastruktur dan sistem irigasi sudah tertuang dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pangandaran. Namun demikian, infrastruktur di Cimerjan Blok Pasirkiara kewenangannya berada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Tapi kami sudah mengusulkan untuk pembangunan irigasi,” ujarnya.
Adang berpesan agar para petani dapat memanfaatkan bantuan peralatan pertanian dan benih dari pemerintah dengan baik. “Kalau diberi bantuan traktor ya dijaga, saya banyak mendapatkan laporan traktor bantuan pada hilang dicuri,” ungkapnya. (nay)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.