Petani Milenial Masih Minim

90
0
BERTANI. Seorang petani di Kecamatan Parigi, Pangandarn membersihkan rumput di ladang padi miliknya kemarin. (Deni Nurdiansah / radartasikmalaya.com)

PARIGI – Regenerasi petani di Kabupaten Pangandaran bisa dibilang sedang melambat, hal itu terlihat dari jumlah petani dari kalangan anak muda yang minim.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Pangandaran Kodir Zulhaedir mengatakan jumlah petani di Kabupaten Pangandaran secara keseluruhan mencapai angka 30 ribu orang. Sementara jumlah kelompok tani mencapai angka 1.140 kelompok.

”Data tersebut berasal dari Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian, namun belum semuanya terdata,” terangnya kepada Radar, Kamis (20/6).

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pangandaran Tahun 2018, jumlah petani di Kabupaten Pangandaran mencapai 51 ribu orang sementara buruh tani mencapai 17 ribu orang.

Menurut Kodir, pihaknya tidak bisa mempresentasikan berapa banyak jumlah petani padi holtikultura.

”Karena petani di Kabupaten Pangandaran rata-rata memiliki lebih dari satu garapan atau campur, mereka yang memiliki sawah biasanya memiliki garapan lain, seperti kelapa atau tanaman lain,” ucapnya.

Sementara itu, kebanyakan petani di Kabupaten Pangandaran rata-rata berusia 40 tahun ke atas, dengan kualifikasi pendidikan SD sampai SMP. ”Tapi yang SMA juga ada,” jelasnya.

Namun untuk petani yang usianya lebih muda, jumlahnya sangat sedikit. Totalnya ada sekitar 10 persen dari keseluruhan jumlah petani di Kabupaten Pangandaran. ”Usianya dikisaran 19 sampai dengan 39 tahunan, peminatnya memang sangat sedikit,” tuturnya.

Menurut Kodir, mereka yang usianya masih tergolong muda atau biasa disebut milenial, cenderung lebih memilih bekerja di di perusahaan atau berdagangan ketimbang menjadi seorang petani.

Menurutnya, mereka yang usianya lebih muda dan berpendidikan tinggi, sering mendahulukan profit atau keuntungan, sementara pendapatan dari profesi sebagai petani sangat kecil. ”Mereka punya itung-itungan sendiri, maka tidak heran peminatnya sangat sedikit,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Sutriaman mengatakan ke depan Pemkab Pangandaran akan lebih fokus kepada pengembangan SDM, setelah pembangunan infrastruktur selesai. ”Terutama untuk pengembangan SDM pertanian,” jelasnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.