Peternak Ayam Boiler: Efek Corona Kami Tetap Jual Murah, Sayang Kalo Dibuang

422
0
DISTRIBUSIKAN. Peternak ayam boiler saat mengangkut ayam ke atas truk untuk dikirim ke Kabupaten Garut Selasa (7/4). Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya

Pedagang ayam pedaging merasakan dampak wabah Covid-19. Bisnis mereka terpuruk. Harga ayam hidup sempat anjlok. Jatuh. Pernah menyentuh Rp 7.000 per kilogram.

Deni Nurdiansah, Cikurubuk

Salah seorang pemasok ayam boiler di Pasar Cikurubuk Memed (34) mengaku masih menjual ayam dengan harga murah. Dia menjadi satu dari sekian banyak pedagang ayam yang merasakan dampak dari Covid-19. Dia pernah menjual ayam boiler hidup Rp 7.000 per kilogram.

Baca juga : Warga Cihideung Tasik Jual Sabu Atas Perintah Istrinya dari Penjara

Jatuhnya harga ayam boiler beberapa waktu lalu, kata dia, karena pembatasan wilayah, sementara panen terus berlangsung. ”Sementara pasar tidak ada yang menerima juga, harga pun otomatis anjlok,” terangnya.

Biasanya ia memasok ayam boiler hingga ke daerah Jakarta, namun karena ada pembatasan wilayah, dia pun hanya memasok sampai ke tetangga Tasikmalaya.

Loading...

”Kita hanya hanya mengirim sampai Garut saja, karena ke daerah lain lebih sulit,” ucapnya kepada Radar Selasa (7/4).

Acuan penyebab jatuhnya harga ayam boiler dalam beberapa hari terakhir disebabkan pandemic virus corona.

”Ya gara-gara corona kita jadi susah masuk wilayah orang. Saya sih berharap semuanya bisa cepat berakhir. Coronanya pergi jauh dan ekonomi normal lagi,” harapnya.

Sekarang, harga ayam hidup di Cikurubuk mulai naik. Per kilogram Rp 17.500.

”Memang sempat turun kemarin itu, tapi kita tetap jual murah saja, sayang juga kalau dibuang,” ungkapnya.

Peternak boiler lainya Endang Nurjama (54) mengatakan bahwa harga ayam boiler di kandang memang cenderung mengalami fluktuatif. ”Tapi kemarin itu, penurunannya memang cukup parah, sampai menyentuh Rp 7.000 dan kita pun panik,” jelasnya.

Ia pun berharap penurunan harga ayam boiler di kandang tidak terjadi lagi. ”Bahkan saya hampir merugi hingga ratusan juta rupiah akibat penurunan harga tersebut,” ucapnya.

Baca juga : Penyelundup 7 Truk Bahan Nuklir di Babel Diciduk di Sukaraja Tasik

Sementara itu, penjual daging ayam di Pasar Cikurubuk Susanto (45) mengatakan anjloknya harga ayam boiler di kandang tidak mempengaruhi penjualan harga daging ayam. ”Tetap harganya di kisaran Rp 34.000 per kilogram, kita tidak banting harga,” jelasnya.

Dia mengakui saat ini banyak masyarakat yang memilih membeli ayam boiler dari kandang langsung. ”Karena harganya itu lebih murah, mereka bisa borong banyak,” ujarnya menjelaskan. (*)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.