Peternak dengan Pengusaha Dipertemukan

473
0
KOMPAK. Koordinator staf khusus presiden yang juga pembina HPDKI Teten Masduki (tengah) bersama TPAKD Jawa Barat dan pimpinan Bank BJB serta pimpinan PT Agro Investama usai membuka Business Matching Pengembangbiakan Domba dan Pengenalan Produk Industri Jasa Keuangan Selasa (25/6). Yana Taryana / Rakyat Garut

MALANGBONG – Tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Barat mengadakan Business Matching Pengembangbiakan Domba dan Pengenalan Produk Industri Jasa Keuangan. Kegiatan tersebut digelar di PT Agro Investama di Kecamatan Malangbong Selasa (25/6).

Pada kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan kerja sama antara Bank BJB dengan HPDKI serta perjanjian kredit dengan pertenak yang memperpanjang fasilitas KUR. Selain itu, ada pemberian dana bergulir bagi dua kelompok pengembangbiakan domba sebesar Rp 400 juta.

Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat selaku Dewan Pengarah TPAKD Jawa Barat Triana Gunawan mengatakan, kegiatan tersebut implementasi dari lima program kerja TPAKD Provinsi Jawa Barat. Dalam program kerja yang ditetapkan itu, ada program memfasilitasi intermediasi antara pelaku UMKM di desa dan pengusana (off takers) dengan memanfaatkan industri jasa keuangan (business matching) dan kajian potensi akses keuangan daerah.

“Pada business matching kali ini TPAKD mempertemukan anggota HPDKI (Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia) sebagai pelaku UMKM dengan PT Agro Investama selaku off taker atau pembeli barang,” terangnya.

Dalam kegiatan itu, pihaknya juga melibatkan peran serta industri jasa keuangan, seperti perbankan maupun non bank, yang diwakili PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB, yang menyediakan akses pembiayaan dan dana pensiun. Sedangkan non bank diwakili PT Bhinneka Life Indonesia, yang menyediakan asuransi bagi para peternak domba.

Triana menerangkan, dalam program kerja tahun ini TPAKD Jawa Barat mengusung tema Meningkatkan Inklusi Keuangan Menuju Desa Juara sebagai dukungan terhadap visi dan misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Visi misinya yaitu terwujudnya Jawa Barat juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat yang sejahtera dan adil.

Dia berharap kegiatan tersebut tidak hanya sebatas seremonial. Tetapi dapat berkesinambungan dan dilanjutkan dengan aksi nyata dari program-program lain yang sudah direncanakan. Tentunya dengan sinergi dari semua pihak yang berkepentingan, sehingga kedepannya program tersebut dapat menjadi model percontohan bagi kegiatan usaha lainnya di Jawa Barat. “Kami implementasikan lima program kerja TPAKD Provinsi Jawa Barat ini bertujuan untuk mencapai target indeks inklusi keuangan sebesar 75% yang harus dicapai pada tahun 2019. Sekarang baru tercapai 48,9%,” terangnya.

SEVP Komersial dan UMKM Bank BJB Beny Riswandi mengatakan nilai positif dari business matching ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat desa (peternak desa) di Jawa Barat, dengan memanfaatkan fasilitas layanan pinjaman dari Bank BJB. Sebagai informasi, sampai dengan Mei 2019 BJB telah menyalurkan fasilitas pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kecil sebesar Rp 601,10 miliar dan KUR Besar sebesar Rp18,44 miliar.

Selanjutnya, TPAKD Provinsi Jawa Barat akan terus melaksanakan program kerja secara merata di pelosok daerah guna mencapai target inklusi keuangan dengan membuka akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian Indonesia sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Jawa Barat. (yna/rls)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.