Peternak Merugi Hingga Rp 2 Triliun Gara-Gara Permendag

86
0
Loading...

Para peternak unggas akan menggelar aksi unjuk rasa di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, hari ini (Selasa, 5/3).

Mereka mengaku mengalami kerugian besar-besaran selama enam bulan terakhir.

Koordinator aksi, Sugeng Wahyudi mengatakan, kerugian yang tidak kecil itu terjadi akibat kebijakan yang membuat terpuruknya ayam hidup.

“Selama enam bulan terakhir ini, kami peternak unggas rakyat mandiri telah mengalami kerugian sebanyak Rp 2 triliun, akibat terpuruknya harga livebirdatau ayam hidup,” ujar Sugeng dalam keterangannya.

Dia menegaskan, tuntutan mereka terdiri dari dua jenis. Pertama, tujuan jangka pendek, yakni menuntut kenaikan harga ayam hidup.

“Naikkan harga ayam hidup, di atas  biaya pokok produksi,” ujar Sugeng Wahyudi.

Sugeng yang juga sekretaris jenderal Gabung Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) melanjutkan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) mengatur harga sebesar Rp 20 ribu, sedangkan saat ini harga di peternak hanyaRp 15 ribu.

Loading...

“Peternak sangat merugi,” ujarnya.

Sedangkan tujuan kedua atau jangka menengah, para peternak unggas mandiri meminta agar regulasi yang diterbitkan pemerintah pro kepada rakyat kecil.

“Dibuatkan aturan-aturan pro rakyat, sehingga tidak terjadi peminggiran peternak,” ujar Sugeng Wahyudi.

Aksi Solidaritas untuk Keadilan Peternak Unggas Rakyat Mandiri ini diikuti oleh sejumlah elemen peternak dan petani, yaitu Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia), Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan), Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA), Law and Human Rights Office LOKATARU dan  Agriwatch. (Widya Victoria/Rmol)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.