Petugas Damkar Garut Evakuasi Ular di Tarogong Kidul

223
0
EVAKUASI. Petugas dari Disdamkar Garut menangkap ular sanca kembang di saluran air area kompleks Pesantren Persis Kelurahan Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (4/9).

TAROGONG KIDUL – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (Disdamkar) Kabupaten Garut mengevakuasi seekor ular sanca kembang di dalam saluran air area kompleks Pesantren Persis Kelurahan Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (4/9).

Kepala Seksi Pelayanan Non Kebakaran Disdamkar Kabupaten Garut Dadan Wandani mengatakan evakuasi ular sanca setelah pihaknya mendapatkan laporan dari warga di kompleks Pesantren Persis.

Baca juga ; IRT di Garut Bantu Suami Jualan Sabu, Terancam 20 Tahun Bui

“Jadi warga resah ada ular di saluran air, jadi menghubungi kita (Disdamkar) untuk mengevakuasinya,” ujar Dadan kepada wartawan, kemarin.

Menurut dia, dua ular tersebut bersembunyi di gorong-gorong hingga menyebabkan saluran air tersumbat. “Laporannya tadi siang jam 13.40 (kemarin, Red), ular sanca-nya masuk ke saluran, lima personel kami turunkan menuju lokasi, dan ular itu berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.05,” ujarnya.

Dadan mengatakan ular tersebut diduga masuk ke saluran pembuangan air rumah saat tengah turun hujan. Menurutnya, ular tersebut masuk ke paralon dari selokan di belakang rumah dan bersarang di dalam pipa paralon pembuangan air.

Dadan menerangkan, saat menerima laporan warga, sebenarnya Tim Rescue Disdamkar dalam waktu bersamaan sedang mencari ular jenis kobra yang bersembunyi di sisi tembok di Puskesmas Samarang.

Namun setiba Tim Rescue Disdamkar ke lokasi ular tersebut tidak berhasilkan ditemukan. Temuan ular di puskesmas dan sekitarnya beberapa pekan terakhir ini kerap muncul secara tiba-tiba di area halaman.

Dadan menyarankan masyarakat tidak menangkap langsung ular yang mereka temukan. Sebab, pada umumnya warga tidak mengetahui ular yang dihadapi atau ditemui memiliki bisa beracun atau tidak.

“Tidak usah ditangkap, jangan pula dibunuh, dimonitor saja pergerakannya,” ucapnya.

Baca juga : Siswa Kurang Mampu di Garut Dapat Bantuan HP, Laptop..

Dandan menyarankan, guna mencegah ular memasuki rumah warga, pemilik rumah agar tetap menjaga kebersihan rumah dan menaruh benda berbau menyengat atau wewangian di tiap sudut ruangan rumah, sebab ular tidak nyaman dengan bau-bau menyengat tersebut.

“Ular akan sangat terganggu dengan bau yang menyengat, misalnya karbol, kalau bisa di setiap sudut rumah ditaruh kamper,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.