Petugas KSDA Garut Amankan Dua Ekor Buaya

113
0
DIAMANKAN. Petugas Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan dan BBKSDA Jawa Barat mengamankan buaya muara di Kecamatan Cikelet. istimewa

TAROGONG KIDUL – Seksi Konservasi Wilayah V Garut Balai Besar KSDA (BBKSDA) Jawa Barat mengamankan dua ekor buaya muara di perkebunan PT Condong, tepatnya di Kampung Cimari Desa Cigadig Kecamatan Cikelet.

Kedua buaya tersebut merupakan pelihara pihak perusahaan perkebunan karet dan sawit itu sejak tahun 1990.

Baca juga : Puluhan Pendaki Gunung Guntur Garut Dipulangkan Paksa

“Kedua buaya ini sekarang kami ambil setelah diserahkan oleh Perkebunan PT Condong kepada kami,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut Dodi Arisandi saat dihubungi Rakyat Garut, Minggu (7/6). Menurut dia, kedua buaya yang diserahkan itu memiliki lebar 53 sentimeter dengan berat sekitar 60 kilogram.

Dia mengatakan dalam penangkapan kedua buaya muara, pihaknya bekerja sama dengan pawang buaya dari Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan.

“Selanjutnya petugas kami melakukan penangkapan dan evakuasi untuk diamankan. Kedua buaya itu kemudian dititiprawatkan ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga yang berada di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Dodi menambahkan selain dua ekor buaya muara, pihaknya juga mengamankan seekor kukang jawa (nycticebus javanicus).

Satwa itu diserahkan dari warga Kampung Babakan Desa/Kecamatan Cigedug.

Menurut keterangan warga, kukang jawa ditemukan di depan salah satu rumah warga sekitar pukul 20.00. Warga kemudian melaporkan kepada Kantor Seksi Konservasi Wilayah V Garut.

“Kami dapat laporan warga tersebut malam hari sekitar pukul 21.00, Jumat 5 Juni 2020. Tim Respon Cepat Gugus Tugas TSL Seksi Wilayah V Garut pada malam hari itu juga segera mendatangi warga pelapor tersebut dan melakukan evakuasi kukang,” ucapnya.

Baca juga : AKB di Garut Mulai 5 Juni, Sekolah Mulai Aktif Desember 2020

Kepala Bidang Konservasi Wilayah III Andi Witria saat dihubungi membenarkan perihal evakuasi buaya dan kukang tersebut.

Andi mengharapkan dan meminta kesadaran masyarakat untuk tidak memelihara satwa yang dilindungi dan memperjualbelikannya. “Memelihara sampai menjual satwa dilindungi itu melanggar perundang-undangan,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.