Petugas Medis Kota Tasik Pake Jas Hujan Urus ODP Corona

5828
0

KOTA TASIK – Sederhana. Petugas medis yang urus pemberangkatkan 3 orang dalam pengawasan (ODP) virus corona dari RSUD Kota Tasik ke Kota Cirebon, Sabtu (07/03), hanya mengenakan jas hujan sebagai alat pelindung diri (APD).

Selain menggunakan jas hujan warna biru, petugas juga menggunakan masker dan sepatu boot warna hijau tua.

Mereka menaiki mobil ambulance ke Cirebon mengantar 1 WNA Filipa dan 2 WNI, yang masuk kategori ODP corona.

Baca juga : Anak Pimpinan DPRD Kota Tasik Dikeroyok 10 Pemuda di Jalan Unsil

Minimnya APD bagi para petugas untuk antisipasi virus corona diakui Wali Kota Tasik, Budi Budiman.

Budi mengakui, hingga kini pihaknya sudah meminta bantuan APD kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Namun belum terealisasi, apalagi APD ini digunakan sekali pakai.

“Memang betul kondisi APD terbatas di RSUD dr Soekardjo. Lalu kita beli ke ace hardware malah ada 2 atau 3 petugas kita pakai seperti jas hujan,” aku Budi kepada wartawan, Minggu (08/03) pagi.

“Ya kami harap kepada pemerintah pusat melalui pak Menkes untuk segera mengirimkan keperluan-keperluan kita yang terkait dalam kewaspadaan untuk menghindari penyebaran virus corona,” sambungnya.

Budi mengakui, bahwa stok APD saat ini terbatas.

“Jujur saja, memang terbatas APD ini. Untuk alat termoscaner infra red juga kita beli sendiri. Sulit didapat karena banyak yang borong,” ungkapnya.

Apalagi, tambah dia, jika status ODP naik menjadi Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Berarti petugas yang memantaunya juga harus memakai APD standar sesuai protokolnya.

“Dan mohon maaf, kita memang minim APD. Sampai kita sendiri mencarinya ke Ace Hardware adanya seperti itu. Padahal biasanya ketika ada kejadian seperti ini bantuan dari Kemenkes cepat dikirim ke setiap rumah sakit. Tapi saat ini kondisi semua rumah sakit hampir sama,” tambahnya.

Sementara itu, 3 ODP yang sempat diisolasi di RSUD dr Soekardjo sudah diantarkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Cirebon.

Ketiga ODP ini yakni warga negara Filipina, warga Jakarta dan Tasik diantar ke Cirebon didampingi empat petugas medis.

“Mereka (3 ODP, Red) dalam kondisi baik, ke Cirebon atas keinginan sendiri. Karena setelah didiagnosa tim dokter statusnya orang dalam pemantauan,” tutur Juru Bicara Crisis Centre Covid-19 Kota Tasik, Uus Supangat.

Ia menandaskan, hasil diagnosa tim dokter untuk warga negara Filipina tersebut mengalami radang amandel akut.

Yang bersangkutan baru melakukan perjalanan ke luar negeri 27 Februari 2020 lalu.

“Sesuai prosedur ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan. Karena masa inkubasi virus corona atau istilah medisnya Covid-19 itu 14 hari,” tandasnya.

Sedangkan untuk 2 ODP lainnya, yakni warga Tasik dan Jakarta juga diantar ke Cirebon.

“Kalau tidak ada apa-apa selama 14 berarti sehat. Ketiganya ada hubungan pekerjaan yang harus diselesaikan di Cirebon makanya diantarkan kesana,” tukasnya.

Uus mengaku di Kota Tasik walaupun APD minim namun pihaknya sudah siap menangani kasus virus corona yang mendunia ini.

Pihaknya selain terus melakukan sosialisasi terkait gejala serta tindakan pencegahan, juga sudah menempatkan thermo scanner infrabred di Bandara Wiriadinata dan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya.

“Alat pendeteksi suhu tubuh tadi sudah dititipkan di Bandara dan Stasiun. Insya Allah sampai hari ini Tasik aman dari Covid-19,” tegas Uus.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.