Petugas Parkir Ingin Ada Sosialisasi Masif

155
0
MENGATUR PARKIR. Petugas parkir di Jalan Tentara Pelajar Kota Tasikmalaya mengatur parkir Sabtu (11/1). Rencananya tarif parkir akan naik. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
MENGATUR PARKIR. Petugas parkir di Jalan Tentara Pelajar Kota Tasikmalaya mengatur parkir Sabtu (11/1). Rencananya tarif parkir akan naik. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Rencana kenaikan tarif parkir, dari Rp 500 menjadi Rp 1.000 untuk sepeda motor dan Rp 1.000 menjadi Rp 2.000, mendapatkan komentar warga dan petugas parkir. Mereka mengaku tidak keberatan atas rencana tersebut.

Sehari sebelumnya, Wali Kota Drs H Budi Budiman menegaskan bahwa rencana tarif parkir di jalan umum tetap naik untuk motor Rp 500 menjadi Rp 1.000 dan mobil semula Rp 1.000 menjadi Rp 2.000.

Tukang parkir di salah satu toko on­der­dil motor di Jalan Tentara Pe­lajar (Tentapel) Wan­di Firmansyah (30) mengaku tidak ke­ber­atan jika tarif parkir naik untuk motor Rp 500 dan mobil Rp 1.000.

“Enggak papa lah, yang penting jangan naiknya 300 persen, nanti kan siapa yang mau parkir. Kalau tarifnya untuk motor naik jadi Rp 3.000, mobil jadi Rp 4.000,” tuturnya kepada Radar, di Jalan Tentapel, kemarin.

Diakui Wandi, me­mang pada umum­nya tarif parkir di tempat umum maupun umum tertentu, biasanya pemotor suka membayar Rp 2.000, kemudian mobil Rp 3.000. Sudah bukan menjadi rahasia publik lagi.

Baca : Tarif Parkir di Kota Tasik tetap Naik, Per Wilayah Segini Kenaikannya..

“Sudah umum pak, ya walaupun ada aturannya nanti dari pemkot, motor harus Rp 1.000, mobil Rp 2.000, kita ikuti saja. Saya juga enggak maksa ke yang parkir, harus Rp 2.000, kadang yang Rp 1.000 juga saya terima,” kata dia.

Namun, yang diharapkan para petugas parkir, kenaikan tarif parkir ini jangan sekaligus. Harus bertahap dan gencar disosialisasikan oleh pemerintah kepada masyarakat.

“Supaya (masyarakat, Red) tahu. Jadi petugas parkir tidak harus menjelaskan lagi ketika tarif parkir naik,” ujarnya.

“Mau naik atau tidak, kita akan ikut saja,” tambahnya.

Lalu berapa dia setor per bulan ke Dinas Perhubungan? “Setiap bulan harus tetap setor ke Dishub. Per bulan saya setor Rp 150.000. Beda-beda sih Pak. Tergantung tempat,” ujarnya.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.