Petugas Parkir Ingin Ada Sosialisasi Masif

172
0

Petugas parkir lainnya yang bertugas di Jalan HZ Mustofa Kota Tasik, Uyep Supriatna (50) mengatakan hal yang sama.

Dia akan mengikuti regulasi aturan yang dibuat oleh pemerintah soal tarif parkir –yang akan kembali seperti semula motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000, untuk ditempat umum.

“Iya ikuti saja lah, karena masyarakat juga pasti ikut ke aturan pemerintah mau gimana lagi, walaupun sehari-hari penghasilan cuma Rp 50.000-Rp 60.000. Belum sebulan harus setor Rp 260.000 ke Dishub. Mungkin ada penurunan penghasilan,” ungkap dia.

Yang jelas, sebagai petugas parkir, Uyep meminta ketika ada perubahan tarif parkir, publik mengetahui.

Dia juga berharap Dinas Perhubungan melakukan penarikan setoran uang parkir tercatat atau komputerisasi.

“Kalau bisa uang setorannya tidak ditulis manual,” sarannya.

Salah satu pengendara motor asal Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Indra Maulana (28) mengaku sudah terbiasa ketika parkir di tempat tertentu atau umum membayar Rp 2.000 untuk motor.

“Jadi kalau ada aturan sekarang motor harus Rp 1.000 tidak masalah lah. Yang penting sebagai masyarakat bisa aman dan nyaman ketika menyimpan kendaraan dan tertib lah. Buat kita enak, tukang parkir tidak dirugikan,” kata dia.

Pengendara mobil asal Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya Uki Zulfikri (30) menuturkan baginya soal tarif parkir, tidak begitu dipikirkan atau menjadi beban, yang penting sebagai masyarakat atau pengendara yang sering memarkirkan kendaraan di tempat umum, kendaraan bisa aman dan dijaga.

“Ya itu urusan pemerintah lah. Kemudian ajak para petugas parkir supaya tidak ada perbedaan tarif parkir agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, karena aturan manusia itu bisa diubah dan menyesuaikan dengan zaman,” tutur dia.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, sebelumnya, menegaskan tarif parkir tetap naik. Saat ini Perwalkot Nomor 51 Tahun 2019 tentang Perubahan Tarif Retribusi Parkir itu direvisi. Kenaikan tarifnya tidak setinggi regulasi tersebut awal digulirkan. Pemkot pun akan mengeluarkan karcis parkir.

“Itu kita revisi. Nanti jadinya yang Rp 500 untuk kendaran roda dua menjadi Rp 1.000. Itu resminya. Mobil yang semula Rp 1.000 menjadi Rp 2.000. Itu berlaku di jalan umum keseluruhan. Kecuali jalan umum tertentu,” tuturnya usai menghadiri kegiatan penanaman pohon di Objek Wisata Situ Gede, Jumat (10/1).

Dia mengatakan tarif parkir di jalan umum tertentu, seperti Jalan HZ Mustofa, Oto Iskandar Dinata, Veteran dan lain sebagainya terjadi perbedaan dari jalan umum biasa. Sebab, Pemkot berkeinginan mewujudkan pusat kota tertib, mengurangi kepadatan lalu lintas yang mana beban volume kendaraan sangat timpang dengan ketersediaan lahan yang ada. (dik/igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.