Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.3%

Petugas Parkir Kota Tasik Keluhkan Kenaikan Setoran saat Pandemi Corona

156
0
KENAIKAN TARIF PARKIR
Salah seorang petugas parkir di Kota Tasik memperlihatkan kenaikan angka setorannya, Selasa (18/08) siang. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Para petugas parkir di Kota Tasikmalaya mengeluhkan terjadinya kenaikan setoran hingga mencapai dua kali lipat.

Kenaikan itu diketahui mereka berdasarkan surat yang diterimanya pada 29 Juli 2020 lalu dari UPTD Pengelolaan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasik.

Kenaikan tarif setoran itu juga tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwalkot) Tasikmalaya nomor 1 tahun 2020, tentang Perubahan Tarif Retribusi Pelayanan di Tepi Jalan Umum.

Para petugas parkir ini mengaku tidak sanggup lagi untuk memenuhi setoran pada Agustus ini. Apalagi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Selama pandemi Covid-19 masih dirasakan oleh petugas parkir terutamanya pendapatan untuk ke rumah tidak cukup untuk membeli beras dan kebutuhan lauk pauk,” ujar salah seorang petugas parkir yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (18/08) siang.

“Apalagi, sekarang ada setoran sangat tinggi ke Dishub yang melalui UPTD Pengelola Parkir harus membayarnya Rp1.100.000 dari Rp550.000 per bulan,” sambungnya.

Dia menerangkan, berkurangnya kendaraan yang parkir di tepi jalan saat masa pandemi Covid-19 berdampak pada penghasilan harian mereka.

“Sekarang saja baru mendapat Rp5.000, dan kami hanya bisa mengandalkan parkiran kendaraan di lokasi pedagang yang buka,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPTD Pengelola Parkir Dishub Kota Tasik, Hamzah Diningrat menuturkan, kenaikan setoran itu tak diberlakukan untuk semua lokasi parkir. Jadi ada yang nilai kenaikannya sedikit.

“Terkait kebiasaan di kita mah pada saat menentukan target parkir itu uji petik dulu secara diam-diam tanpa diketahui petugas parkir,” tuturnya.

Maka, tambah dia, setelah uji petik selama beberapa hari akan muncul angka tersebut. Lokasi uji petik ini tak semua titik parkir tergantung lokasinya. Maka target kenaikannya ada yang sedikit.

“Itupun masih ada ruang komunikasi. Karena tarif parkir itu bukan harga BBM dan kalau diumumkan hari itu tanggal itu per jam sekian harus segitu. Tapi petugas parkir kadang-kadang mengedepankan sisi kemanusiaan. Tak saklek harus langsung segitu,” tambahnya.

Jelas dia, makanya muncul angka kenaikan setoran bulanan dari parkir yang berbeda-beda.

Apalagi penentuan kenaikan tarif parkir itu masih ada ruan komunikasi alias masih bisa didiskusikan.

“Karena ada ruang komunikasi untuk naik turun. Saya kira petugas parkir lebih paham soal ini,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.