Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.3%

20.4%

8.3%

67%

Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di RSUD Kota Tasik Curhat, Belum Terima Insentif

149
0
PROTES INSENTIF BELUM CAIR
Petugas pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, menggunakan APD yang bertuliskan curhatan mereka, Kamis (20/08). istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di RSUD dr Soekardjo Kota Tasik, curhat dalam tulisan di baju hazmat yang mereka gunakan, pada Kamis (20/08) dini hari.

Ketika mereka sedang mengurus pemakaman jenazah pasien suspek Covid-19, baju mereka bertuliskan sejumlah kalimat permohonan pencairan insentif.

Tulisan-tulisan seperti: “KERJA TANPA UPAH”, “KAPAN KAMI CAIR”, “IRAHA (KAPAN) CAIR INSENTIF?, “PERHATIKAN KAMI”, “ENGGAL CAIR HOYONG KAWIN (CEPAT CAIR MAU MENIKAH)”.

Tulisan-tulisan itu dibuat sebagai bentuk protes lantaran insentif mereka selama menangani jenazah pasien Covid-19 belum juga cair.

Salah satu petugas pemulasaraan jenazah RSUD dr Soekardjo, Yuli Rahman mengatakan, coretan-coretan itu merupakan ungkapan kekecewaan kepada pemerintah.

Sebab, sejak awal mengurus jenazah Covid-19, belum sekalipun insentif mereka cair.

“Sampai sekarang insentifnya belum juga cair. Padahal yang lain sudah, seperti tenaga medis,” katanya kepada wartawan.

Menurut dia, hanya petugas pemulasaraan dan petugas ambulans yang belum dapat insentif.

Sementara petugas lainnya, seperti perawat dan dokter sudah merasakan insentif dari kasus Covid-19 yang ditanganinya.

“Harapannya, cepat cair. Ingatlah dengan kintribusi kita. Sejak awal belum terima insentif seperser pun,” harapnya.

Salah satu petugas lainnya yang enggan disebutkan namanya menuturman, tim pemulasaraan jenazah RSUD terdiri dari 10 orang.

Mereka menagani pengurusan dan pemakaman jenazah pasien Covid-19 sejak April 2020.

“Kalau dihitung, sudah ada sekitar 10 jenazah (Covid-19) yang kita urus,” tuturnya.

Menurut dia, awalnya tim pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 di RSUD dr Soekardjo dijanjikan akan diberikan insentif sebesar Rp 500 ribu setiap menangani satu kasus.

Namun, hingga saat ini janji itu belum juga terealisasi.

“Kita sudah ngomong ke manajemen rumah sakit, memang belum ada dari pemerintah. Kalau tidak cair juga, rumah sakit akan mengusahakan menalangi,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.