Pewaris dan Pelestari Kitab Kuning

41

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SUKARAME – Pondok Pesantren Sukamanah menyelenggarakan Musabaqah Kitab Kuning (MKK), Sabtu (27/10). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nusantara 2018 yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 30 zona se-Indonesia.

Koordinator Zona peringatan Hari Santri Nusantara Usep Saeful Kamal SHI mengatakan Pondok Pesantren Sukamanah dipilih sebagai tempat penyisihan untuk zona 3 di Jawa Barat bukan tanpa alasan. Karena semenjak pendirinya KH Zaenal Mustofa hingga dipimpin oleh KH Acep Tohir Fuad tetap melestarikan kajian kitab kuning.

“MKK ini diikuti peserta dari Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

Kata dia, kegiatan yang diinisiasi ole PKB ini akan menyelenggarakan babak penyisihan MKK di 31 pondok pesantren. Karena pondok pesantren bersifat fleksibel dan toleran, sehingga jauh dari watak radikal, apalagi ekstrem. Misalnya dalam menyikapi permasalahan sosial, politik mau pun kebangsaan.

“Maka pesantren mampu menjembatani problem keotentikan dan kemodernan (musykilah al-ashalah wa al-hadatsah) secara harmonis,” terangnya.

Pengasuh Ponpes Sukamanah KH Acep Tohir Fuad dalam sambutannya mengatakan nilai-nilai ini sesuai dengan kehidupan demokrasi dan mencerminkan karakter kebudayaan Indonesia sebagai alternatif dari tuntutan formalisasi Syariat Islam yang kaffah pada satu sisi dengan keharusan menegakkan demokrasi.

“Dengan modal tradisi besar pesantren, MKK yang dilaksanakan di Ponpes
Sukamanah dengan dua kategori lomba Ula (Kitab Imrithi dan Fathul Qarib) dan Ulya (kitab Alfiyah dan Ihya Ulumuddin) ini diharapkan memberikan sumbangsih pemikiran yang baik untuk mewujudkan Indonesia sebagai baldatun toyyibatun wa robbun ghofur,” ungkapnya.

Ketua PC NU Kabupaten Tasikmalaya Atam Rustam mengharapkan dengan kegiatan ini spirit para santri dan duta ilmu kembali semarak. Mengingat saat ini minat para santri terhadap khazanah dan literatur-literatur Islam agak menurun. “Diharapkan acara ini bisa membangkitkannya,” paparnya.

Yang berhasil menjadi juara MKK ini diantaranya juara 1 Fathul Qorib, Ajeng Triyani putri dari Ponpes Baitul Hikmah Haur Kuning Salopa. Juara 1 Imrithi, Deden Ikmal Izzul Haq dari Ponpes Mursidul Hikmah Pancatengah. Untuk kategori Ulya juara 1 Kitab Ihya Ulumuddin yakni M Ikbal Abdul Wakil dari Ponpes Sukahideng. juara 1 kitab Alfiyah, Hilmi Taftazani dari Ponpes Bahrul Ulum Almursidy Cibeureum Kota Tasikmalaya. (rls/yfi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.